
Hari ke-13
Embedded Scribd iPaper - Requires Javascript and Flash Player
Hari ke-13
Hakikat hidup manusia adalah menolong dan ditolong, membantu dan dibantu. Pada satu kesem(Gal. 6:2) patan kita menolong sesama kita, tetapi pada kesempatan lain kitalah yang membutuhkan pertolongan dari sesama kita. Praktek hidup yang demikianlah yang dikembangkan Rasul Paulus dalam kehidupan jemaat Galatia, di mana setiap orang diminta untuk melakukan perbuatan baik bagi sesamanya. Bertolong-tolongan dalam menanggung beban adalah cerminan dan ukuran yang di dalamnya hukum Kristus diberlakukan. Bertolongtolongan dalam menanggung beban adalah ukuran: “apakah seseorang telah memberlakukan hukum Kristus atau tidak?” Jika prinsip ini diberlakukan, kita semua akan terbantu karena pada kenyataannya kita masing-masing tidak mampu menyelesaikan sendiri beragam masalah yang kita hadapi. Kepedulian yang tulus akan membuat beban yang semula berat akan menjadi lebih ringan. Alkisah, pada zaman dahulu Tuhan mempunyai beban yang harus ditanggung. Tuhan kemudian menawarkan bebannya kepada semua binatang darat –kalau-kalau di antara mereka ada yang rela menanggungnya. Namun ternyata tidak satu pun binatang yang bersedia. Sampai akhirnya burung-burung menawarkan diri untuk menanggung beban itu dengan syarat beban itu dibagi-bagi menjadi beban-beban yang lebih kecil. Kemudian Tuhan meletakkan beban itu di punggung para burung. Dalam perjalanan waktu burungburung yang semula berjalan dengan kedua kakinya kemudian dapat terbang karena beban-beban itu perlahan-lahan berubah menjadi sayap.
1. 2. Bagaimana menerapkan nasihat Paulus dalam hubungan persahabatan kita? Untuk menerapkan nasihat itu, apa yang pertama-tama Anda akan lakukan bagi sahabat Anda? Teman-teman yang saat ini sedang menghadapi banyak persoalan.
Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus.
BERTOLONGTOLONGAN MENANGGUNG BEBAN
Galatia 6:1-10
Pokok Doa:
Hari ke-13
Hakikat hidup manusia adalah menolong dan ditolong, membantu dan dibantu. Pada satu kesem(Gal. 6:2) patan kita menolong sesama kita, tetapi pada kesempatan lain kitalah yang membutuhkan pertolongan dari sesama kita. Praktek hidup yang demikianlah yang dikembangkan Rasul Paulus dalam kehidupan jemaat Galatia, di mana setiap orang diminta untuk melakukan perbuatan baik bagi sesamanya. Bertolong-tolongan dalam menanggung beban adalah cerminan dan ukuran yang di dalamnya hukum Kristus diberlakukan. Bertolongtolongan dalam menanggung beban adalah ukuran: “apakah seseorang telah memberlakukan hukum Kristus atau tidak?” Jika prinsip ini diberlakukan, kita semua akan terbantu karena pada kenyataannya kita masing-masing tidak mampu menyelesaikan sendiri beragam masalah yang kita hadapi. Kepedulian yang tulus akan membuat beban yang semula berat akan menjadi lebih ringan. Alkisah, pada zaman dahulu Tuhan mempunyai beban yang harus ditanggung. Tuhan kemudian menawarkan bebannya kepada semua binatang darat –kalau-kalau di antara mereka ada yang rela menanggungnya. Namun ternyata tidak satu pun binatang yang bersedia. Sampai akhirnya burung-burung menawarkan diri untuk menanggung beban itu dengan syarat beban itu dibagi-bagi menjadi beban-beban yang lebih kecil. Kemudian Tuhan meletakkan beban itu di punggung para burung. Dalam perjalanan waktu burungburung yang semula berjalan dengan kedua kakinya kemudian dapat terbang karena beban-beban itu perlahan-lahan berubah menjadi sayap.
1. 2. Bagaimana menerapkan nasihat Paulus dalam hubungan persahabatan kita? Untuk menerapkan nasihat itu, apa yang pertama-tama Anda akan lakukan bagi sahabat Anda? Teman-teman yang saat ini sedang menghadapi banyak persoalan.
Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus.
BERTOLONGTOLONGAN MENANGGUNG BEBAN
Galatia 6:1-10
Pokok Doa:
This document is © 2010 by admin - all rights reserved.
|
Media Cetak |
Media Radio |
Media Televisi |
Tentang Kami |



