Cover Media Cetak

young listener

young listener

Hari ke-11

Embedded Scribd iPaper - Requires Javascript and Flash Player
Hari ke-11
“Apabila saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia di bawah empat mata.” (Mat. 18:15)
MENEGUR DALAM PERSAHABATAN
Matius 18:15-20
Dalam bahasa Yunani ada lima kata yang diterjemahkan “dosa”: 1. Hamartia: Sebuah kata yang biasa dipakai dalam kegiatan memanah, yang artinya kegagalan mencapai sesuatu sebagaimana mestinya. 2. Parabasis: Melintasi garis batas yang sudah ditetapkan –garis antara yang benar dan yang salah (di dalamnya ada unsur kesengajaan). 3. Paraptoma: Tergelincir; terjatuh karena kehilangan keseimbangan (tidak ada unsur kesengajaan). 4. Opheilema: Kegagalan membayar sejumlah utang. Kata ini yang dipakai dalam Doa Bapa Kami (Mat. 6:12). 5. Anomia: Tidak berhukum. Berdasarkan kelima kata itu, tidak ada satu orang pun yang bebas dari kesalahan, dan pada gilirannya, tidak ada satu orang pun yang layak untuk menghakimi yang lain. Tuhan Yesus mengajarkan pola penanganan pastoral ketika kita menjumpai seseorang melakukan kesalahan. Kita tidak menanggapinya pertamatama dengan penghakiman, tetapi dengan mengingatkan. Penghakiman hanya akan menghasilkan rasa bersalah yang lebih besar, tetapi teguran yang penuh kasih dan persahabatan akan mendatangkan perubahan. Inilah semangat persahabatan kristiani yang penuh kasih, di mana kita dapat saling mengingatkan dan menegur demi perubahan ke arah kebaikan bagi setiap pelakunya. Semangat yang dibawa Tuhan Yesus ini penting untuk dihayati, terutama di tengah semangat balas-membalas yang kerap masih kita lakukan.
1. 2. Bagaimana menerapkan pola pastoral yang diajarkan Tuhan Yesus di dalam situasi kita? Apa kesulitan yang mungkin akan kita jumpai ketika kita mempraktekkan pola itu? Semangat persaudaraan di antara kita dan sahabat-sahabat kita.
Pokok Doa:
This document is © 2010 by admin - all rights reserved.