Cover Media Cetak

young listener

young listener

Hari ke-10

Embedded Scribd iPaper - Requires Javascript and Flash Player
Hari ke-10
Dalam kehidupan ini, kita sepatutnya menjadi orang yang siap menolong dan juga bersedia (Rm. 15:1-2) ditolong. Namun, kenyataannya, ada orang yang hanya siap melakukan salah satunya saja. Ada yang hanya siap untuk menolong karena dengan berbuat demikian mereka merasa diri selalu dibutuhkan. Sementara yang lainnya hanya siap dan senang ditolong. Padahal soal menolong dan ditolong adalah kenyataan yang tidak mungkin kita hindari karena kita selalu dalam inter-relasi dan inter-dependensi, saling terhubung dan saling bergantung. Bagi Rasul Paulus, pilihan sikap untuk membantu dan dibantu adalah sebuah kesempatan, tetapi juga keharusan. Setiap orang yang merasa diri mampu untuk melakukan sesuatu bagi sesamanya secara moral tidak mempunyai pilihan selain mempraktekkan hidup menolong sesamanya. Bagi mereka yang lebih lemah tidak perlu merasa harus menahan diri untuk mengulurkan tangan menerima bantuan. Paulus memaparkan hal ini karena melihat kenyataan di tengah-tengah jemaat Roma ada kecenderungan orang mengagungkan diri sendiri dan merendahkan orang lain. Menurut Paulus, daripada saling menghakimi, jauh lebih baik saling menolong dan menguatkan. Kelompok yang merasa diri kuat wajib menolong mereka yang lemah. Menjalani kehidupan dengan pola yang demikian akan membuat hari-hari kita menjadi indah dan bermakna. Youth, bantulah teman yang lemah dan terimalah pertolongan orang lain saat Anda lemah.
1. 2. Apakah kecenderungan jemaat Roma (mencari kesenangan diri sendiri, ay. 1) berpengaruh terhadap kerukunan di antara mereka (ay. 5)? Apa bentuk tolong-menolong yang dapat dilakukan di dalam kehidupan persahabatan Anda? Kaum muda saling tolong-menolong..
Kita, yang kuat, wajib menanggung kelemahan orang yang tidak kuat ....
YANG KUAT MENANGGUNG YANG LEMAH
Roma 15:1-6
Pokok Doa:
This document is © 2010 by admin - all rights reserved.