
Hari ke-5
Embedded Scribd iPaper - Requires Javascript and Flash Player
Hari ke-5
UKURANNYA ADALAH KASIH
Saudara-saudaraku yang kekasih, jikalau Allah sedemikian mengasihi kita, maka haruslah kita juga saling mengasihi.
1 Yohanes 4:7-12
Sekali waktu seorang pria yang sangat kaya datang kepada seorang pendeta, pria kaya itu berkata demikian, “Pak Pendeta, setiap minggu Anda (1Yoh. 4:11) berkhotbah dan mengajar banyak hal, dan saya tidak peduli dengan semua itu! Yang saya butuhkan saat ini dari Anda adalah apakah Anda dapat menunjukkan di mana dan seperti apa surga itu?” Mendengar pertanyaan yang demikian, pendeta itu berkata, “Saudaraku, di balik bukit di depan sana, ada seorang lakilaki tua yang tinggal sendirian tanpa keluarga dan kerabat. Saat ini ia sedang sakit keras, kunjungilah dia dan rawatlah. Jika Anda mau melakukannya, maka saya jamin Anda akan menemukan di mana dan seperti apa suasana surga itu. Jika Anda tidak mendapatnya, maka saya berjanji akan mengganti segala kerugian Anda.” Pria kaya itu mematuhinya. Ia merawat laki-laki tua yang miskin dan menderita dalam gubuk kecil yang sederhana. Saat itu pulalah ia menemukan sukacita dan damai sejahtera yang luar biasa. Ya, ia menemukan seperti apa dan bagaimana surga itu. Youth, mengasihi bukanlah sebuah pilihan, tetapi mengasihi adalah sebuah keharusan. Jika kita menyatakan diri menjadi pengikut Kristus, kita tidak punya pilihan lain selain mempraktekkan kasih dalam hidup kita – sebagaimana yang telah dilakukan Allah di dalam Kristus Yesus, Tuhan kita. Hanya dengan cara itulah maka kasih dan iman menjadi nyata dan bermakna bagi sesama. Hanya dengan cara itulah surga menjadi nyata di dunia.
1. 2.
Bagaimana cara Allah mengasihi manusia? Apa konsekuensi yang membuat kita sulit mewujudkan kasih? Orang yang mengalami kesendirian dalam hidupnya.
Pokok Doa:
Hari ke-5
UKURANNYA ADALAH KASIH
Saudara-saudaraku yang kekasih, jikalau Allah sedemikian mengasihi kita, maka haruslah kita juga saling mengasihi.
1 Yohanes 4:7-12
Sekali waktu seorang pria yang sangat kaya datang kepada seorang pendeta, pria kaya itu berkata demikian, “Pak Pendeta, setiap minggu Anda (1Yoh. 4:11) berkhotbah dan mengajar banyak hal, dan saya tidak peduli dengan semua itu! Yang saya butuhkan saat ini dari Anda adalah apakah Anda dapat menunjukkan di mana dan seperti apa surga itu?” Mendengar pertanyaan yang demikian, pendeta itu berkata, “Saudaraku, di balik bukit di depan sana, ada seorang lakilaki tua yang tinggal sendirian tanpa keluarga dan kerabat. Saat ini ia sedang sakit keras, kunjungilah dia dan rawatlah. Jika Anda mau melakukannya, maka saya jamin Anda akan menemukan di mana dan seperti apa suasana surga itu. Jika Anda tidak mendapatnya, maka saya berjanji akan mengganti segala kerugian Anda.” Pria kaya itu mematuhinya. Ia merawat laki-laki tua yang miskin dan menderita dalam gubuk kecil yang sederhana. Saat itu pulalah ia menemukan sukacita dan damai sejahtera yang luar biasa. Ya, ia menemukan seperti apa dan bagaimana surga itu. Youth, mengasihi bukanlah sebuah pilihan, tetapi mengasihi adalah sebuah keharusan. Jika kita menyatakan diri menjadi pengikut Kristus, kita tidak punya pilihan lain selain mempraktekkan kasih dalam hidup kita – sebagaimana yang telah dilakukan Allah di dalam Kristus Yesus, Tuhan kita. Hanya dengan cara itulah maka kasih dan iman menjadi nyata dan bermakna bagi sesama. Hanya dengan cara itulah surga menjadi nyata di dunia.
1. 2.
Bagaimana cara Allah mengasihi manusia? Apa konsekuensi yang membuat kita sulit mewujudkan kasih? Orang yang mengalami kesendirian dalam hidupnya.
Pokok Doa:
This document is © 2010 by admin - all rights reserved.
|
Media Cetak |
Media Radio |
Media Televisi |
Tentang Kami |



