
Hari ke-4
Embedded Scribd iPaper - Requires Javascript and Flash Player
Hari ke-4
KASIH, KASIH, DAN KASIH!
“Inilah perintahKu, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu.”
Yohanes
15:11-15
Ketika Rasul Yohanes semakin tua maka khotbahkhotbah yang disampaikannya kian hari kian pendek. Dari waktu ke waktu, ia hanya mengulang (Yoh. 15:12) khotbah-khotbah yang isinya sama, yaitu soal Kasih. Hal itu menimbulkan pertanyaan di antara muridnya. Sampai sekali peristiwa salah seorang muridnya bertanya kepadanya: “Bapa Yohanes, apakah di dunia ini tidak ada yang lebih penting dari Kasih?”. Mendapatkan pertanyaan yang demikian, Rasul Yohanes menjawab: “Yang paling penting di dunia ini adalah: Kasih, Kasih dan Kasih!”. Ya, kasih adalah hal yang utama di dunia ini. Saat dunia dan manusia semakin mengedepankan egoisme dan egosentrisme maka Kasih adalah jawab untuk kekosongan yang hilang dalam diri manusia. Kasih juga menjadi hukum yang diperintahkan Yesus kepada para murid-Nya. Manusia dalam segala keterbatasan dan keberdosaannya toh diposisikan secara terhormat di hadapan Allah melalui Yesus Kristus. Kita tidak lagi disebut hamba, tetapi kita masing-masing disebut sebagai sahabat. Sebagai sahabat Yesus, kita diminta untuk menjadi sahabat bagi sesama kita. Menjadi sahabat bagi sesama kita berarti kesungguhan untuk memberlakukan dan mempraktekkan kasih bagi mereka. Hal itu adalah sebuah konsekuensi logis yang tidak mungkin kita hindari. Dengan cara itulah kita dijadikan sahabat untuk menjadi sahabat. Usahakanlah dan upayakanlah karena itulah yang dibutuhkan dunia sekarang ini: “What the world needs now is love” begitu kata sebagian orang.
1. 2.
Apa yang digambarkan Tuhan Yesus mengenai seorang sahabat? Apa saja hal praktis yang dapat kita lakukan dalam pengalaman kita bersama dengan sahabat-sahabat kita? Kemampuan untuk mewujudkan persahabatan secara sungguh dan konsisten.
Pokok Doa:
Hari ke-4
KASIH, KASIH, DAN KASIH!
“Inilah perintahKu, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu.”
Yohanes
15:11-15
Ketika Rasul Yohanes semakin tua maka khotbahkhotbah yang disampaikannya kian hari kian pendek. Dari waktu ke waktu, ia hanya mengulang (Yoh. 15:12) khotbah-khotbah yang isinya sama, yaitu soal Kasih. Hal itu menimbulkan pertanyaan di antara muridnya. Sampai sekali peristiwa salah seorang muridnya bertanya kepadanya: “Bapa Yohanes, apakah di dunia ini tidak ada yang lebih penting dari Kasih?”. Mendapatkan pertanyaan yang demikian, Rasul Yohanes menjawab: “Yang paling penting di dunia ini adalah: Kasih, Kasih dan Kasih!”. Ya, kasih adalah hal yang utama di dunia ini. Saat dunia dan manusia semakin mengedepankan egoisme dan egosentrisme maka Kasih adalah jawab untuk kekosongan yang hilang dalam diri manusia. Kasih juga menjadi hukum yang diperintahkan Yesus kepada para murid-Nya. Manusia dalam segala keterbatasan dan keberdosaannya toh diposisikan secara terhormat di hadapan Allah melalui Yesus Kristus. Kita tidak lagi disebut hamba, tetapi kita masing-masing disebut sebagai sahabat. Sebagai sahabat Yesus, kita diminta untuk menjadi sahabat bagi sesama kita. Menjadi sahabat bagi sesama kita berarti kesungguhan untuk memberlakukan dan mempraktekkan kasih bagi mereka. Hal itu adalah sebuah konsekuensi logis yang tidak mungkin kita hindari. Dengan cara itulah kita dijadikan sahabat untuk menjadi sahabat. Usahakanlah dan upayakanlah karena itulah yang dibutuhkan dunia sekarang ini: “What the world needs now is love” begitu kata sebagian orang.
1. 2.
Apa yang digambarkan Tuhan Yesus mengenai seorang sahabat? Apa saja hal praktis yang dapat kita lakukan dalam pengalaman kita bersama dengan sahabat-sahabat kita? Kemampuan untuk mewujudkan persahabatan secara sungguh dan konsisten.
Pokok Doa:
This document is © 2010 by admin - all rights reserved.
|
Media Cetak |
Media Radio |
Media Televisi |
Tentang Kami |



