
Hari ke-1
Embedded Scribd iPaper - Requires Javascript and Flash Player
Hari ke-1
“Aku dan Engkau menjadi Kita.” Itulah ungkapan yang dipopulerkan filsuf Gabriel Marcel untuk mewujudkan hubungan dan hidup bersama antarpribadi. “Aku dan Engkau menjadi kita” membuat (1Sam. 18:1) setiap pribadi pelakunya menghayati perjumpaan antarpribadi dalam simpati dan empati yang dalam. Setiap pribadi mengupayakan kesetaraan dan partnership yang dalam dan sungguh-sungguh. Pergumulan individu menjadi pergumulan bersama, kesenangan individu menjadi kesenangan bersama. Hal yang demikian yang agaknya dialami dalam persahabatan antara Daud dan Yonatan. Sekalipun Raja Saul tidak menyukai Daud karena kepentingan politis yang menjadi ambisinya, namun tidak demikian dengan Yonatan, anak Saul. Bagi Yonatan, Daud adalah seorang sahabat yang berarti. Dalam banyak kesempatan mereka dapat berbagi, saling menguatkan, dan mendukung satu sama lain. Yonatan sama sekali tidak melihat Daud sebagai ancaman dalam masa depan kariernya sebagai putra mahkota dari kekuasaan ayahnya. Keterpautan jiwa Yonatan dan jiwa Daud begitu rekat. Yonatan mengasihi Daud sebagaimana dirinya sendiri. Sebaiknya Daud juga tidak merasa berjarak dengan Yonatan. Komunikasi dan relasi membuat mereka merasa nyaman dan bahagia. Inilah kunci dari sebuah persahabatan, dan inilah rahasia dari kelanggengan sebuah persahabatan. Persahabatan adalah pertemuan dan persatuan dua pribadi yang berbeda dalam sikap saling memahami dan menerima satu sama lain. Dua pribadi yang berbeda karakter, berbeda kebiasaan, namun memiliki komitmen untuk saling mengisi satu sama lain.
1. 2. Jika Anda menjadi Daud dan Yonatan, apa kira-kira yang Anda dapatkan lewat persahabatan yang demikian? Bagaimana Anda memelihara keutuhannya? Mampu menjaga relasi persahabatan yang sudah dibangun.
Ketika Daud habis berbicara dengan Saul, berpadulah jiwa Yonatan dengan jiwa Daud, dan Yonatan mengasihi dia seperti jiwanya sendiri.
AKU DAN ENGKAU MENJADI KITA
1 Samuel 18:1-4
Pokok Doa:
Hari ke-1
“Aku dan Engkau menjadi Kita.” Itulah ungkapan yang dipopulerkan filsuf Gabriel Marcel untuk mewujudkan hubungan dan hidup bersama antarpribadi. “Aku dan Engkau menjadi kita” membuat (1Sam. 18:1) setiap pribadi pelakunya menghayati perjumpaan antarpribadi dalam simpati dan empati yang dalam. Setiap pribadi mengupayakan kesetaraan dan partnership yang dalam dan sungguh-sungguh. Pergumulan individu menjadi pergumulan bersama, kesenangan individu menjadi kesenangan bersama. Hal yang demikian yang agaknya dialami dalam persahabatan antara Daud dan Yonatan. Sekalipun Raja Saul tidak menyukai Daud karena kepentingan politis yang menjadi ambisinya, namun tidak demikian dengan Yonatan, anak Saul. Bagi Yonatan, Daud adalah seorang sahabat yang berarti. Dalam banyak kesempatan mereka dapat berbagi, saling menguatkan, dan mendukung satu sama lain. Yonatan sama sekali tidak melihat Daud sebagai ancaman dalam masa depan kariernya sebagai putra mahkota dari kekuasaan ayahnya. Keterpautan jiwa Yonatan dan jiwa Daud begitu rekat. Yonatan mengasihi Daud sebagaimana dirinya sendiri. Sebaiknya Daud juga tidak merasa berjarak dengan Yonatan. Komunikasi dan relasi membuat mereka merasa nyaman dan bahagia. Inilah kunci dari sebuah persahabatan, dan inilah rahasia dari kelanggengan sebuah persahabatan. Persahabatan adalah pertemuan dan persatuan dua pribadi yang berbeda dalam sikap saling memahami dan menerima satu sama lain. Dua pribadi yang berbeda karakter, berbeda kebiasaan, namun memiliki komitmen untuk saling mengisi satu sama lain.
1. 2. Jika Anda menjadi Daud dan Yonatan, apa kira-kira yang Anda dapatkan lewat persahabatan yang demikian? Bagaimana Anda memelihara keutuhannya? Mampu menjaga relasi persahabatan yang sudah dibangun.
Ketika Daud habis berbicara dengan Saul, berpadulah jiwa Yonatan dengan jiwa Daud, dan Yonatan mengasihi dia seperti jiwanya sendiri.
AKU DAN ENGKAU MENJADI KITA
1 Samuel 18:1-4
Pokok Doa:
This document is © 2010 by admin - all rights reserved.
|
Media Cetak |
Media Radio |
Media Televisi |
Tentang Kami |



