Cover Media Cetak

young listener

young listener

Hari ke-30

Embedded Scribd iPaper - Requires Javascript and Flash Player
Hari ke-30
SAMPAI MATI
Kisah Para Rasul 7:54-60
Mereka menyeret dia ke luar kota, lalu melemparinya.
Zaman dahulu budaya menyontek telah dilakukan dengan berbagai cara. Ada yang menulis di meja, di paha maupun di celana. Zaman kini orang (Kis. 7:58) menyontek melalui USB atau SMS. Suatu kali saya bertanya kepada katekisan, “Apakah Anda pernah mendapatkan pertolongan Roh Kudus?” Jawabnya, “Pernah, Kak! Saat saya tidak dapat mengerjakan ujian, seseorang memberikan jawabannya kepada saya.” Para katekisan lainnya spontan tertawa masam. Saya tidak tahu apakah katekisan itu sadar bahwa ia telah melakukan kesalahan. Dalam bacaan kita, Stefanus telah membeberkan kesalahan para pemuka agama. Herannya, saat Stefanus mengatakan bahwa ia melihat Anak Manusia berdiri di sebelah kanan Allah, para anggota Mahkamah Agama itu justru berteriak dan menyeret Stefanus keluar, serta melemparinya dengan batu. Syukurlah Stefanus setia sampai mati. Ia bukan hanya meminta agar Tuhan menerima rohnya, tetapi juga agar Tuhan mengampuni mereka yang bersalah kepadanya. Youth, ada banyak orang tidak mengetahui dosa-dosanya. Kita memang tidak dipanggil untuk menghakimi dunia ini, tetapi kita dipanggil untuk memperlihatkan bahwa dunia ini penuh dengan dosa. Untuk itulah Yesus hadir buat kita orang berdosa. Youth, jangan berhenti berjuang untuk meninggalkan dosa. Namun juga jangan berhenti untuk mengingatkan orang akan dosanya. Bahkan saat mereka membenci kita, ingatlah bahwa Tuhan berjanji akan menerima roh kita, seperti Ia menerima Stefanus. Ikutlah Tuhan sampai mati.
1. 2.
Mengapa anggota Mahkamah Agama marah kepada Stefanus? Apa yang Anda lakukan saat seseorang melakukan kesalahan? Kaum muda setia pada kebenaran Tuhan sampai mati.
Pokok Doa:
This document is © 2010 by admin - all rights reserved.