
Hari ke-15
Embedded Scribd iPaper - Requires Javascript and Flash Player
Hari ke-15
SIAP PERGI
Kejadian 49:1-28
... tiap-tiap orang diberkatinya dengan berkat yang diuntukkan kepada mereka masing-masing.
Seorang pemuda Skotlandia cacat mental sehingga tidak pernah mengatakan sesuatu yang rasional. Namun di akhir hayatnya, dengan penuh sukacita dan suara lantang ia mengatakan, (Kej. 49:28) “Saya melihat-Nya! Tiga di dalam Satu, dan Satu di dalam Tiga. Dan Satu yang di tengah adalah segalanya bagi saya.” Sebuah pernyataan iman yang menunjukkan bahwa ia siap untuk bertemu Yesus yang istimewa baginya. Di ambang pintu kematiannya, Yakub juga mengucapkan kata-kata terakhirnya. Ia telah belajar hal yang baik dan buruk dari masa mudanya sehingga ia tahu benar bagaimana Tuhan memelihara hidupnya. Penghayatannya atas hidup merupakan harta berharga baginya sehingga ia meneruskannya kepada anak-anaknya dalam wujud berkat. Ia bahkan memberikan berkat bagi ke-12 anaknya satu persatu secara berbeda. Sebagaimana Tuhan sudah memberkatinya, rupanya Yakub juga menghendaki agar setiap anaknya diberkati secara khusus. Ia juga menugaskan semua anaknya untuk meneruskan iman yang diyakininya. Youth, suatu saat penghayatan iman kita juga akan diuji. Entah pada detik-detik menjelang ajal kita, atau saat kita berhadapan dengan pekerjaan kita, atau saat seseorang mempertanyakan iman kita. Banyak kalimat terakhir dari orang-orang terkenal yang menunjukkan bahwa mereka menyesali hidup. Sebaliknya, Yakub bukan hanya siap pergi, tetapi juga menyiapkan generasi selanjutnya untuk hidup bersama Tuhan dan meneruskan berkat-Nya. Itulah juga tugas kita sebagai pemberita Injil, yaitu menyiapkan orang lain, tetapi juga menyiapkan diri kita agar bertanggung jawab di hadapan Tuhan.
1. 2. Apa yang menunjukkan bahwa Yakub siap menghadap Tuhan menjelang ajalnya? Bagaimana Anda membuktikan tanggung jawab iman Anda di hadapan Tuhan? Siap mempertanggungjawabkan iman di hadapan Tuhan.
Pokok Doa:
Hari ke-15
SIAP PERGI
Kejadian 49:1-28
... tiap-tiap orang diberkatinya dengan berkat yang diuntukkan kepada mereka masing-masing.
Seorang pemuda Skotlandia cacat mental sehingga tidak pernah mengatakan sesuatu yang rasional. Namun di akhir hayatnya, dengan penuh sukacita dan suara lantang ia mengatakan, (Kej. 49:28) “Saya melihat-Nya! Tiga di dalam Satu, dan Satu di dalam Tiga. Dan Satu yang di tengah adalah segalanya bagi saya.” Sebuah pernyataan iman yang menunjukkan bahwa ia siap untuk bertemu Yesus yang istimewa baginya. Di ambang pintu kematiannya, Yakub juga mengucapkan kata-kata terakhirnya. Ia telah belajar hal yang baik dan buruk dari masa mudanya sehingga ia tahu benar bagaimana Tuhan memelihara hidupnya. Penghayatannya atas hidup merupakan harta berharga baginya sehingga ia meneruskannya kepada anak-anaknya dalam wujud berkat. Ia bahkan memberikan berkat bagi ke-12 anaknya satu persatu secara berbeda. Sebagaimana Tuhan sudah memberkatinya, rupanya Yakub juga menghendaki agar setiap anaknya diberkati secara khusus. Ia juga menugaskan semua anaknya untuk meneruskan iman yang diyakininya. Youth, suatu saat penghayatan iman kita juga akan diuji. Entah pada detik-detik menjelang ajal kita, atau saat kita berhadapan dengan pekerjaan kita, atau saat seseorang mempertanyakan iman kita. Banyak kalimat terakhir dari orang-orang terkenal yang menunjukkan bahwa mereka menyesali hidup. Sebaliknya, Yakub bukan hanya siap pergi, tetapi juga menyiapkan generasi selanjutnya untuk hidup bersama Tuhan dan meneruskan berkat-Nya. Itulah juga tugas kita sebagai pemberita Injil, yaitu menyiapkan orang lain, tetapi juga menyiapkan diri kita agar bertanggung jawab di hadapan Tuhan.
1. 2. Apa yang menunjukkan bahwa Yakub siap menghadap Tuhan menjelang ajalnya? Bagaimana Anda membuktikan tanggung jawab iman Anda di hadapan Tuhan? Siap mempertanggungjawabkan iman di hadapan Tuhan.
Pokok Doa:
This document is © 2010 by admin - all rights reserved.
|
Media Cetak |
Media Radio |
Media Televisi |
Tentang Kami |



