
Hari ke-13
Embedded Scribd iPaper - Requires Javascript and Flash Player
Hari ke-13
Seorang bertanya kepada Fanny J. Crosby mengenai kebutaan yang dideritanya. “Fanny, jika engkau mendapat kesempatan untuk hidup kedua (Yoh. 9:3) kali, hidup seperti apa yang kau harapkan?” Pengarang ribuan himne ini menjawab, “Jika aku diberi kesempatan hidup kedua kali, aku tetap memilih untuk buta. Karena dalam butaku, aku melihat Tuhan!” Banyak orang terfokus pada kelemahan fisik seseorang dan bertanya mengapa hal itu dialaminya. Seperti kasus orang yang buta sejak lahir dalam bacaan kita. Dalam kepercayaan orang Yahudi saat itu, sakit penyakit selalu dikaitkan dengan dosa. Tidak heran jika masyarakat langsung menghakimi seorang yang buta sejak lahir itu dengan bertanya kepada Yesus, siapakah yang berdosa: orang tuanya atau orang tersebut. Yesus meluruskan cara berpikir yang keliru itu dengan mengatakan bahwa sesungguhnya Tuhan memiliki tujuan yang baik saat seseorang mengalami kelemahan fisik. Tujuan itu adalah agar Tuhan dapat menyatakan kuasa-Nya. Youth, kita bisa saja memiliki kelemahan yang berbeda-beda. Ada yang terlihat, ada pula yang tidak. Mungkin kita bertanya-tanya atas apa yang kita alami, seakan Tuhan tidak memberikan yang terbaik untuk kita. Namun marilah kita mengubah cara berpikir kita dengan berpikir dari kacamata Allah. Seorang buta dapat bermain piano, seorang tanpa tangan dapat menggambar dengan kakinya, seorang down syndrome dapat menjadi pemimpin orkestra. Tuhan juga akan menunjukkan kuasa-Nya melalui kita, bahkan melalui kelemahan kita.
“Bukan dia dan bukan juga orang tuanya, tetapi karena pekerjaan-pekerjaan Allah harus dinyatakan di dalam dia.”
INJIL UNTUK YANG BUTA
Yohanes 9:1-11
1. 2.
Menurut Yesus, mengapa orang dilahirkan dengan cacat tubuh? Apakah kelemahan tubuh Anda membuat kuasa Tuhan semakin nyata? Orang yang memiliki kelemahan fisik dapat melihat kuasa Tuhan nyata di dalamnya.
Pokok Doa:
Hari ke-13
Seorang bertanya kepada Fanny J. Crosby mengenai kebutaan yang dideritanya. “Fanny, jika engkau mendapat kesempatan untuk hidup kedua (Yoh. 9:3) kali, hidup seperti apa yang kau harapkan?” Pengarang ribuan himne ini menjawab, “Jika aku diberi kesempatan hidup kedua kali, aku tetap memilih untuk buta. Karena dalam butaku, aku melihat Tuhan!” Banyak orang terfokus pada kelemahan fisik seseorang dan bertanya mengapa hal itu dialaminya. Seperti kasus orang yang buta sejak lahir dalam bacaan kita. Dalam kepercayaan orang Yahudi saat itu, sakit penyakit selalu dikaitkan dengan dosa. Tidak heran jika masyarakat langsung menghakimi seorang yang buta sejak lahir itu dengan bertanya kepada Yesus, siapakah yang berdosa: orang tuanya atau orang tersebut. Yesus meluruskan cara berpikir yang keliru itu dengan mengatakan bahwa sesungguhnya Tuhan memiliki tujuan yang baik saat seseorang mengalami kelemahan fisik. Tujuan itu adalah agar Tuhan dapat menyatakan kuasa-Nya. Youth, kita bisa saja memiliki kelemahan yang berbeda-beda. Ada yang terlihat, ada pula yang tidak. Mungkin kita bertanya-tanya atas apa yang kita alami, seakan Tuhan tidak memberikan yang terbaik untuk kita. Namun marilah kita mengubah cara berpikir kita dengan berpikir dari kacamata Allah. Seorang buta dapat bermain piano, seorang tanpa tangan dapat menggambar dengan kakinya, seorang down syndrome dapat menjadi pemimpin orkestra. Tuhan juga akan menunjukkan kuasa-Nya melalui kita, bahkan melalui kelemahan kita.
“Bukan dia dan bukan juga orang tuanya, tetapi karena pekerjaan-pekerjaan Allah harus dinyatakan di dalam dia.”
INJIL UNTUK YANG BUTA
Yohanes 9:1-11
1. 2.
Menurut Yesus, mengapa orang dilahirkan dengan cacat tubuh? Apakah kelemahan tubuh Anda membuat kuasa Tuhan semakin nyata? Orang yang memiliki kelemahan fisik dapat melihat kuasa Tuhan nyata di dalamnya.
Pokok Doa:
This document is © 2010 by admin - all rights reserved.
|
Media Cetak |
Media Radio |
Media Televisi |
Tentang Kami |



