
Hari ke-8
Embedded Scribd iPaper - Requires Javascript and Flash Player
Hari ke-8
TUGAS PENGABAR INJIL
Kisah Para Rasul 1: 6-8
“... kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku ….”
Socrates adalah filsuf yang sangat terkenal. Tentu saja banyak orang ingin berguru kepadanya. Namun ia memiliki cara unik untuk menyeleksi calon muridnya. Setiap calon murid dimintanya untuk (Kis. 1:8) pergi ke kolam dan melaporkan apa yang mereka lihat di sana. Ada yang melihat ikan, batu, air, bahkan wajah mereka sendiri. Lalu, siapa yang ditolak sebagai murid? “Aku tidak menerima mereka yang melihat diri mereka sendiri di dalam kolam. Karena orang-orang seperti itu sesungguhnya tidak mencari kebenaran!” jawab Socrates. Murid-murid Yesus bertanya, “Maukah Engkau memulihkan kerajaan bagi Israel?” Namun bukan itu sesungguhnya tugas para murid. Murid adalah orang yang menjalankan tugas yang diberikan oleh gurunya, bukan sebaliknya memberikan tugas kepada gurunya. Itu sebabnya Yesus menegaskan, “Engkau tidak perlu tahu!” Yang menjadi bagian dari para murid adalah menjalankan apa yang Tuhan kehendaki, “Kamu akan menjadi saksi-Ku ....” Yesus juga membekali para murid, “Kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atasmu!” Setelah mengikut Yesus, banyak orang merasa layak mengatur atau memberi tugas kepada Tuhan melalui sejumlah pokok doa. Mereka berpikir Yesus dapat diatur sesuai kehendak mereka. Padahal pemberita hanyalah seorang utusan yang menjalankan tugas dari pemimpinnya. Itu sebabnya, pertanyaan yang lebih mendasar adalah “Apakah yang Tuhan kehendaki atas hidupku hari ini dan seterusnya dengan kuasa Roh Kudus yang diberikanNya kepadaku?” Jawab-Nya, “... kamu akan menjadi saksi-Ku!”
1. 2.
Apa tugas dari Yesus bagi para murid? Dalam seminggu ini, apakah Anda mengalami kuasa-Nya? Orang percaya mengandalkan kuasa Roh Kudus dalam menjalankan tugasnya.
Pokok Doa:
Hari ke-8
TUGAS PENGABAR INJIL
Kisah Para Rasul 1: 6-8
“... kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku ….”
Socrates adalah filsuf yang sangat terkenal. Tentu saja banyak orang ingin berguru kepadanya. Namun ia memiliki cara unik untuk menyeleksi calon muridnya. Setiap calon murid dimintanya untuk (Kis. 1:8) pergi ke kolam dan melaporkan apa yang mereka lihat di sana. Ada yang melihat ikan, batu, air, bahkan wajah mereka sendiri. Lalu, siapa yang ditolak sebagai murid? “Aku tidak menerima mereka yang melihat diri mereka sendiri di dalam kolam. Karena orang-orang seperti itu sesungguhnya tidak mencari kebenaran!” jawab Socrates. Murid-murid Yesus bertanya, “Maukah Engkau memulihkan kerajaan bagi Israel?” Namun bukan itu sesungguhnya tugas para murid. Murid adalah orang yang menjalankan tugas yang diberikan oleh gurunya, bukan sebaliknya memberikan tugas kepada gurunya. Itu sebabnya Yesus menegaskan, “Engkau tidak perlu tahu!” Yang menjadi bagian dari para murid adalah menjalankan apa yang Tuhan kehendaki, “Kamu akan menjadi saksi-Ku ....” Yesus juga membekali para murid, “Kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atasmu!” Setelah mengikut Yesus, banyak orang merasa layak mengatur atau memberi tugas kepada Tuhan melalui sejumlah pokok doa. Mereka berpikir Yesus dapat diatur sesuai kehendak mereka. Padahal pemberita hanyalah seorang utusan yang menjalankan tugas dari pemimpinnya. Itu sebabnya, pertanyaan yang lebih mendasar adalah “Apakah yang Tuhan kehendaki atas hidupku hari ini dan seterusnya dengan kuasa Roh Kudus yang diberikanNya kepadaku?” Jawab-Nya, “... kamu akan menjadi saksi-Ku!”
1. 2.
Apa tugas dari Yesus bagi para murid? Dalam seminggu ini, apakah Anda mengalami kuasa-Nya? Orang percaya mengandalkan kuasa Roh Kudus dalam menjalankan tugasnya.
Pokok Doa:
This document is © 2010 by admin - all rights reserved.
|
Media Cetak |
Media Radio |
Media Televisi |
Tentang Kami |



