
Hari ke-5
Embedded Scribd iPaper - Requires Javascript and Flash Player
Hari ke-5
INJIL MENGUBAH PENDENGARNYA
... lalu membasahi kaki-Nya itu dengan air matanya dan menyekanya dengan rambutnya ....
Lukas 7:37-48
Sejak ibunya meninggal, John Newton yang berusia 7 tahun dibawa ayahnya, seorang nahkoda (Luk. 7:38) kapal, untuk tinggal di kapal penjual budak. Namun karena tekanan dan kekerasan yang dialaminya, di usia 29 tahun John memutuskan untuk meninggalkan kapal dan mengembara. Bukan kebetulan ia membaca Alkitab dan akhirnya mempersiapkan diri sebagai pendeta selama 9 tahun. Ia menghasilkan setidaknya 300 lagu, salah satunya “Amazing Grace”. Injil telah mengubah John Newton, tetapi juga seorang perempuan kaya yang berdosa. Perempuan itu berani mendekati Yesus. Padahal waktu itu perempuan dilarang keras bertatap muka dengan laki-laki karena mereka dianggap sebagai sumber dosa. Namun perempuan yang mendekati Yesus rupanya telah mengalami sukacita dan pengharapan yang sejati saat ia mendengarkan berita Injil. Itu sebabnya, sekalipun dicela, ia rela menggunakan “mahkota”nya untuk meminyaki kaki Yesus. Youth, kita juga diajak untuk meneladani perempuan itu. Mulanya mungkin ia juga terfokus untuk mencari atau mengejar apa yang fana, seperti harta, pekerjaan, kecantikan, prestasi ataupun kepandaian. Demikian pula dengan kita. Mungkin saat ini kita sedang sibuk dengan urusan kantor, pengolahan harta, kecantikan, atau pemanfaatan kepandaian kita di tempat kerja kita secara optimal. Namun kini, Injil memberi cara pandang baru kepada kita. Gunakan semua yang kita miliki, termasuk talenta, waktu rekreasi, maupun harta kita, untuk menunjang pelayanan kita.
1. 2. Apa yang dilakukan perempuan itu untuk menunjukkan bahwa Yesus adalah segalanya? Apa yang Anda akan lakukan dengan harta dan talenta Anda untuk menunjukkan bahwa keutamaan Anda adalah Tuhan? Pemimpin dan tokoh Kristen agar mengutamakan Yesus.
Pokok Doa:
Hari ke-5
INJIL MENGUBAH PENDENGARNYA
... lalu membasahi kaki-Nya itu dengan air matanya dan menyekanya dengan rambutnya ....
Lukas 7:37-48
Sejak ibunya meninggal, John Newton yang berusia 7 tahun dibawa ayahnya, seorang nahkoda (Luk. 7:38) kapal, untuk tinggal di kapal penjual budak. Namun karena tekanan dan kekerasan yang dialaminya, di usia 29 tahun John memutuskan untuk meninggalkan kapal dan mengembara. Bukan kebetulan ia membaca Alkitab dan akhirnya mempersiapkan diri sebagai pendeta selama 9 tahun. Ia menghasilkan setidaknya 300 lagu, salah satunya “Amazing Grace”. Injil telah mengubah John Newton, tetapi juga seorang perempuan kaya yang berdosa. Perempuan itu berani mendekati Yesus. Padahal waktu itu perempuan dilarang keras bertatap muka dengan laki-laki karena mereka dianggap sebagai sumber dosa. Namun perempuan yang mendekati Yesus rupanya telah mengalami sukacita dan pengharapan yang sejati saat ia mendengarkan berita Injil. Itu sebabnya, sekalipun dicela, ia rela menggunakan “mahkota”nya untuk meminyaki kaki Yesus. Youth, kita juga diajak untuk meneladani perempuan itu. Mulanya mungkin ia juga terfokus untuk mencari atau mengejar apa yang fana, seperti harta, pekerjaan, kecantikan, prestasi ataupun kepandaian. Demikian pula dengan kita. Mungkin saat ini kita sedang sibuk dengan urusan kantor, pengolahan harta, kecantikan, atau pemanfaatan kepandaian kita di tempat kerja kita secara optimal. Namun kini, Injil memberi cara pandang baru kepada kita. Gunakan semua yang kita miliki, termasuk talenta, waktu rekreasi, maupun harta kita, untuk menunjang pelayanan kita.
1. 2. Apa yang dilakukan perempuan itu untuk menunjukkan bahwa Yesus adalah segalanya? Apa yang Anda akan lakukan dengan harta dan talenta Anda untuk menunjukkan bahwa keutamaan Anda adalah Tuhan? Pemimpin dan tokoh Kristen agar mengutamakan Yesus.
Pokok Doa:
This document is © 2010 by admin - all rights reserved.
|
Media Cetak |
Media Radio |
Media Televisi |
Tentang Kami |



