
Hari ke-30
Embedded Scribd iPaper - Requires Javascript and Flash Player
Hari ke-30
WAJAH
Kejadian
“... melihat mukamu adalah bagiku serasa melihat wajah Allah ....”
32:22-33:11
Youth, apakah wajah Anda seperti wajah Allah? Bagaimana caranya agar wajah Anda seperti wajah Allah? Marilah kita belajar dari (Kej. 33:10) Esau. Yakub dan Esau adalah saudara sekandung, bahkan saudara kembar. Sekalipun kembar, mereka punya perbedaan yang bertolak belakang. Orang tua mereka berpegang pada prinsip yang mengatur bahwa dalam kelahiran kembar, anak yang lahir lebih dulu merupakan anak sulung. Esau adalah anak sulung, tetapi yang kemudian mendapatkan berkat sebagai anak sulung justru Yakub. Hal itu terjadi karena Yakub menipu Ishak yang sudah rabun dengan berpura-pura sebagai Esau. Esau marah. Ia bertekad untuk membunuh Yakub. Yakub takut dan melarikan diri. Puluhan tahun Esau mencari Yakub. Kini, keduanya hanya dipisahkan oleh sungai Yabok. Yakub ketakutan sehingga ia memberikan persembahan kepada Esau, anggota keluarganya diseberangkan dulu, dan ia tinggal seorang diri di seberang. Namun, setelah semalam-malaman bergumul dengan Allah, Yakub berani menyeberangi sungai Yabok untuk menghadapi Esau. Dengan terpincang-pincang, ia berada di depan, sujud sampai tujuh kali ke tanah. Esau sebagai pihak yang disakiti justru berlari, mendekap Yakub dan menciumnya. Esau memaafkan Yakub. Yakub melihat wajah Esau bagaikan wajah Allah. Kapan Yakub melihat wajah Allah? Semalam-malaman di seberang sungai Yabok ketika ia bergumul dengan seorang laki-laki. Yakub mestinya mati karena memandang wajah Allah, tetapi Allah mengampuninya. Youth, jika Anda memaafkan, maka yang terpancar dari wajah Anda adalah wajah Allah.
1. 2. Siapakah yang berperan sehingga terjadi perdamaian antara Esau dan Yakub? Apakah memaafkan sama dengan melupakan?
Pokok Doa: Kaum muda bersedia memaafkan.
Hari ke-30
WAJAH
Kejadian
“... melihat mukamu adalah bagiku serasa melihat wajah Allah ....”
32:22-33:11
Youth, apakah wajah Anda seperti wajah Allah? Bagaimana caranya agar wajah Anda seperti wajah Allah? Marilah kita belajar dari (Kej. 33:10) Esau. Yakub dan Esau adalah saudara sekandung, bahkan saudara kembar. Sekalipun kembar, mereka punya perbedaan yang bertolak belakang. Orang tua mereka berpegang pada prinsip yang mengatur bahwa dalam kelahiran kembar, anak yang lahir lebih dulu merupakan anak sulung. Esau adalah anak sulung, tetapi yang kemudian mendapatkan berkat sebagai anak sulung justru Yakub. Hal itu terjadi karena Yakub menipu Ishak yang sudah rabun dengan berpura-pura sebagai Esau. Esau marah. Ia bertekad untuk membunuh Yakub. Yakub takut dan melarikan diri. Puluhan tahun Esau mencari Yakub. Kini, keduanya hanya dipisahkan oleh sungai Yabok. Yakub ketakutan sehingga ia memberikan persembahan kepada Esau, anggota keluarganya diseberangkan dulu, dan ia tinggal seorang diri di seberang. Namun, setelah semalam-malaman bergumul dengan Allah, Yakub berani menyeberangi sungai Yabok untuk menghadapi Esau. Dengan terpincang-pincang, ia berada di depan, sujud sampai tujuh kali ke tanah. Esau sebagai pihak yang disakiti justru berlari, mendekap Yakub dan menciumnya. Esau memaafkan Yakub. Yakub melihat wajah Esau bagaikan wajah Allah. Kapan Yakub melihat wajah Allah? Semalam-malaman di seberang sungai Yabok ketika ia bergumul dengan seorang laki-laki. Yakub mestinya mati karena memandang wajah Allah, tetapi Allah mengampuninya. Youth, jika Anda memaafkan, maka yang terpancar dari wajah Anda adalah wajah Allah.
1. 2. Siapakah yang berperan sehingga terjadi perdamaian antara Esau dan Yakub? Apakah memaafkan sama dengan melupakan?
Pokok Doa: Kaum muda bersedia memaafkan.
This document is © 2010 by admin - all rights reserved.
|
Media Cetak |
Media Radio |
Media Televisi |
Tentang Kami |



