
Hari ke-13
Embedded Scribd iPaper - Requires Javascript and Flash Player
Hari ke-13
BOS DAN BURUH
Ulangan 24:14-15
“Ya Tuhan, berikanlah hikmat-Mu kepada bos kami, agar beliau menaikkan upah kami pada tahun ini.” Itulah doa yang dipanjatkan oleh para buruh sebuah pabrik. Namun, si bos berdoa, “Ya Tuhan, berikanlah hikmat-Mu kepada para buruh, agar mereka giat bekerja dan selalu bersyukur atas upah yang mereka terima.” Lalu, doa siapakah yang akan dikabulkan oleh Tuhan? Kesepuluh perintah Tuhan tidak memuat kalimat: “Jangan sewenang-wenang”. Namun, bukan berarti kesewenangwenangan direstui oleh Tuhan. Pemberi kerja yang menunda upah buruhnya dapat dikategorikan telah melakukan dosa. Apalagi, pemberi kerja yang sewenang-wenang dalam memberikan upah. Mengapa tindakan tersebut menjadi dosa? Karena ia telah mengambil hak buruh tersebut. Ia telah bertindak “mencuri” bahkan “membunuh” hak buruh untuk hidup layak. Tuhan menghendaki agar bangsa Israel melindungi sesama manusia. Perlindungan kepada sesama juga diwujudkan dengan memberikan apa yang menjadi hak sesama, termasuk hak mendapatkan upah yang layak. Pesan utama bacaan Alkitab hari ini adalah mengasihi sesama dengan memberikan apa yang menjadi haknya. Hal itu juga berlaku bagi para buruh terhadap majikannya. Tindakan menuntut upah setinggi-tingginya di luar kewajaran adalah “mencuri” sumber nafkah, yang bisa berujung pada kematian sumber nafkah. Youth, apa pun posisi Anda pada saat ini maupun kelak, belajarlah untuk mengasihi sesama manusia dengan memberikan apa yang menjadi haknya.
(Ul. 5:19) 1. 2. Apa yang harus dilakukan bangsa Israel kepada pekerja miskin? Apa saja bentuk kesewenang-wenangan yang dilakukan kaum muda masa kini? Kaum muda bersedia memberikan kepada sesama apa yang menjadi haknya.
“Jangan mencuri.”
Pokok Doa:
Hari ke-13
BOS DAN BURUH
Ulangan 24:14-15
“Ya Tuhan, berikanlah hikmat-Mu kepada bos kami, agar beliau menaikkan upah kami pada tahun ini.” Itulah doa yang dipanjatkan oleh para buruh sebuah pabrik. Namun, si bos berdoa, “Ya Tuhan, berikanlah hikmat-Mu kepada para buruh, agar mereka giat bekerja dan selalu bersyukur atas upah yang mereka terima.” Lalu, doa siapakah yang akan dikabulkan oleh Tuhan? Kesepuluh perintah Tuhan tidak memuat kalimat: “Jangan sewenang-wenang”. Namun, bukan berarti kesewenangwenangan direstui oleh Tuhan. Pemberi kerja yang menunda upah buruhnya dapat dikategorikan telah melakukan dosa. Apalagi, pemberi kerja yang sewenang-wenang dalam memberikan upah. Mengapa tindakan tersebut menjadi dosa? Karena ia telah mengambil hak buruh tersebut. Ia telah bertindak “mencuri” bahkan “membunuh” hak buruh untuk hidup layak. Tuhan menghendaki agar bangsa Israel melindungi sesama manusia. Perlindungan kepada sesama juga diwujudkan dengan memberikan apa yang menjadi hak sesama, termasuk hak mendapatkan upah yang layak. Pesan utama bacaan Alkitab hari ini adalah mengasihi sesama dengan memberikan apa yang menjadi haknya. Hal itu juga berlaku bagi para buruh terhadap majikannya. Tindakan menuntut upah setinggi-tingginya di luar kewajaran adalah “mencuri” sumber nafkah, yang bisa berujung pada kematian sumber nafkah. Youth, apa pun posisi Anda pada saat ini maupun kelak, belajarlah untuk mengasihi sesama manusia dengan memberikan apa yang menjadi haknya.
(Ul. 5:19) 1. 2. Apa yang harus dilakukan bangsa Israel kepada pekerja miskin? Apa saja bentuk kesewenang-wenangan yang dilakukan kaum muda masa kini? Kaum muda bersedia memberikan kepada sesama apa yang menjadi haknya.
“Jangan mencuri.”
Pokok Doa:
This document is © 2010 by admin - all rights reserved.
|
Media Cetak |
Media Radio |
Media Televisi |
Tentang Kami |



