
Hari ke-4
Embedded Scribd iPaper - Requires Javascript and Flash Player
Hari ke-4
THE BODY CLOCK
Keluaran
“Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat ....”
31:12-17
Seluruh sistem tubuh kita ternyata bekerja dalam mekanisme waktu yang diatur oleh suprachiasmatic (Kel. 20:8) nuclei (SCN), yaitu bundel sel yang terdapat dalam hipotalamus di otak. Para ahli fisiologi mempelajarinya secara khusus melalui ilmu yang disebut chronobiology, yaitu cabang ilmu fisiologi yang mengupas tentang jam tubuh (the body clock). Seperti jam, SCN memang berfungsi sebagai “timer” yang menentukan kapan tubuh perlu istirahat, kapan membutuhkan asupan makanan, dan kapan bisa digunakan untuk beraktivitas dengan optimal. Kita dapat mengelola energi secara optimal setiap hari dengan belajar memahami ritme biologis tubuh. Allah menciptakan manusia dengan keteraturan. Allah bekerja juga dengan ritme yang teratur. Tatkala Allah menciptakan langit dan bumi dengan segala isinya, Ia tidak terus-menerus bekerja. Ia pun beristirahat. Kata “sabat” (Ibrani: shabbath) mungkin berasal dari kata kerja shabat, yang berarti: berhenti, mengakhiri, diam beristirahat. Pembagian waktu yang mengatur bahwa satu minggu terdiri dari tujuh hari, merupakan hal yang biasa di kalangan bangsabangsa di sekitar bangsa Israel. Namun, ada yang luar biasa terjadi di dalam kehidupan bangsa Israel, yaitu pengudusan hari ketujuh. Hari Sabat dikuduskan karena dikaitkan dengan kisah Penciptaan. Jalan yang tepat untuk merayakan Sabat adalah meneladani Allah. Bangsa Israel berhenti dari segala pekerjaan untuk menyempatkan diri menghadiri kebaktian dan untuk beristirahat. Youth, apa pun aktivitas Anda, belajarlah untuk hidup secara teratur. Bekerja, beribadah, dan beristirahat dengan seimbang.
1. 2.
Mengapa pengudusan Sabat menjadi perjanjian yang turun-temurun? Apa yang terjadi jika kita terus-menerus bekerja? Kaum muda dapat menggunakan waktu dengan bijak untuk berkarya, berbakti dan beristirahat.
Pokok Doa:
Hari ke-4
THE BODY CLOCK
Keluaran
“Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat ....”
31:12-17
Seluruh sistem tubuh kita ternyata bekerja dalam mekanisme waktu yang diatur oleh suprachiasmatic (Kel. 20:8) nuclei (SCN), yaitu bundel sel yang terdapat dalam hipotalamus di otak. Para ahli fisiologi mempelajarinya secara khusus melalui ilmu yang disebut chronobiology, yaitu cabang ilmu fisiologi yang mengupas tentang jam tubuh (the body clock). Seperti jam, SCN memang berfungsi sebagai “timer” yang menentukan kapan tubuh perlu istirahat, kapan membutuhkan asupan makanan, dan kapan bisa digunakan untuk beraktivitas dengan optimal. Kita dapat mengelola energi secara optimal setiap hari dengan belajar memahami ritme biologis tubuh. Allah menciptakan manusia dengan keteraturan. Allah bekerja juga dengan ritme yang teratur. Tatkala Allah menciptakan langit dan bumi dengan segala isinya, Ia tidak terus-menerus bekerja. Ia pun beristirahat. Kata “sabat” (Ibrani: shabbath) mungkin berasal dari kata kerja shabat, yang berarti: berhenti, mengakhiri, diam beristirahat. Pembagian waktu yang mengatur bahwa satu minggu terdiri dari tujuh hari, merupakan hal yang biasa di kalangan bangsabangsa di sekitar bangsa Israel. Namun, ada yang luar biasa terjadi di dalam kehidupan bangsa Israel, yaitu pengudusan hari ketujuh. Hari Sabat dikuduskan karena dikaitkan dengan kisah Penciptaan. Jalan yang tepat untuk merayakan Sabat adalah meneladani Allah. Bangsa Israel berhenti dari segala pekerjaan untuk menyempatkan diri menghadiri kebaktian dan untuk beristirahat. Youth, apa pun aktivitas Anda, belajarlah untuk hidup secara teratur. Bekerja, beribadah, dan beristirahat dengan seimbang.
1. 2.
Mengapa pengudusan Sabat menjadi perjanjian yang turun-temurun? Apa yang terjadi jika kita terus-menerus bekerja? Kaum muda dapat menggunakan waktu dengan bijak untuk berkarya, berbakti dan beristirahat.
Pokok Doa:
This document is © 2010 by admin - all rights reserved.
|
Media Cetak |
Media Radio |
Media Televisi |
Tentang Kami |



