
Hari ke-3
Embedded Scribd iPaper - Requires Javascript and Flash Player
Hari ke-3
NAMA
Matius 5:33-37
“Jangan menyebut nama TUHAN, Allahmu, dengan sembarangan ....”
Seorang ketua RT tidak kunjung beranjak ke panggung untuk memberikan sambutan dalam peringatan kemerdekaan RI yang diselenggara(Ul. 5:11) kan warga setempat. Padahal MC telah menyebut namanya sampai tiga kali. Ada apa gerangan? Ternyata MC keliru melafalkan nama ketua RT tersebut. Berulangkali ia menyebut namanya sesuai dengan yang tertulis, yaitu “Marina”. Padahal pelafalan yang tepat menurut si empunya nama adalah “Marino”. Tuhan pun tidak berkenan bila nama-Nya disebut secara sembarangan. Sembarangan bukan dalam pengertian salah pelafalan. Kata lain sembarangan adalah sia-sia, kosong, tidak tulus. Perintah ini mengajak kita untuk menghormati nama Tuhan. Jangan memakai nama Tuhan sebagai jaminan dari apa yang kita katakan. “Bagaimana jika ada orang yang tidak menggunakan nama Tuhan sebagai garansi untuk menjamin perkataannya, misalnya bersumpah atas nama langit atau bumi?” Terhadap pendapat demikian, Yesus menegaskan ketidaksetujuannya. Yang paling penting bukan persoalan bersumpah atau tidak bersumpah, tetapi integritas seseorang. Yang dikatakan sesuai dengan hati. Yang dikatakan sesuai dengan kenyataan. Yang dikatakan sesuai dengan yang dilakukan. Yang dijanjikan harus ditepati. Youth, marilah menjadi pribadi yang berintegritas. Setiap ucapan menyatu dengan perbuatan. Setiap janji selalu ditepati, bukan diingkari. Setiap kata berisi kebenaran, bukan dusta. Jika “ya”, nyatakanlah “ya” dengan sepenuh hati. Bila “tidak”, nyatakanlah “tidak” dengan segenap hati. Jangan menggunakan nama Tuhan untuk menjamin yang Anda ucapkan.
1. 2.
Apa saja tindakan yang tergolong melanggar hukum ketiga? Bagaimana supaya Anda tidak menyebut nama Allah dengan sembarangan? Kaum muda menjadi pribadi yang berintegritas.
Pokok Doa:
Hari ke-3
NAMA
Matius 5:33-37
“Jangan menyebut nama TUHAN, Allahmu, dengan sembarangan ....”
Seorang ketua RT tidak kunjung beranjak ke panggung untuk memberikan sambutan dalam peringatan kemerdekaan RI yang diselenggara(Ul. 5:11) kan warga setempat. Padahal MC telah menyebut namanya sampai tiga kali. Ada apa gerangan? Ternyata MC keliru melafalkan nama ketua RT tersebut. Berulangkali ia menyebut namanya sesuai dengan yang tertulis, yaitu “Marina”. Padahal pelafalan yang tepat menurut si empunya nama adalah “Marino”. Tuhan pun tidak berkenan bila nama-Nya disebut secara sembarangan. Sembarangan bukan dalam pengertian salah pelafalan. Kata lain sembarangan adalah sia-sia, kosong, tidak tulus. Perintah ini mengajak kita untuk menghormati nama Tuhan. Jangan memakai nama Tuhan sebagai jaminan dari apa yang kita katakan. “Bagaimana jika ada orang yang tidak menggunakan nama Tuhan sebagai garansi untuk menjamin perkataannya, misalnya bersumpah atas nama langit atau bumi?” Terhadap pendapat demikian, Yesus menegaskan ketidaksetujuannya. Yang paling penting bukan persoalan bersumpah atau tidak bersumpah, tetapi integritas seseorang. Yang dikatakan sesuai dengan hati. Yang dikatakan sesuai dengan kenyataan. Yang dikatakan sesuai dengan yang dilakukan. Yang dijanjikan harus ditepati. Youth, marilah menjadi pribadi yang berintegritas. Setiap ucapan menyatu dengan perbuatan. Setiap janji selalu ditepati, bukan diingkari. Setiap kata berisi kebenaran, bukan dusta. Jika “ya”, nyatakanlah “ya” dengan sepenuh hati. Bila “tidak”, nyatakanlah “tidak” dengan segenap hati. Jangan menggunakan nama Tuhan untuk menjamin yang Anda ucapkan.
1. 2.
Apa saja tindakan yang tergolong melanggar hukum ketiga? Bagaimana supaya Anda tidak menyebut nama Allah dengan sembarangan? Kaum muda menjadi pribadi yang berintegritas.
Pokok Doa:
This document is © 2010 by admin - all rights reserved.
|
Media Cetak |
Media Radio |
Media Televisi |
Tentang Kami |



