
Hari ke-14
Embedded Scribd iPaper - Requires Javascript and Flash Player
Hari ke-14
MEGAFON TUHAN
Roma 8:18-23
... sampai sekarang segala makhluk sama-sama mengeluh dan sama-sama merasa sakit bersalin.
Pernahkah Anda bertanya, “Mengapa manusia bisa sakit?” Ada yang menganggap bahwa sakitpenyakit itu disebabkan oleh dosa si sakit. Orang (Rm. 8:22) yang beriman akan sembuh dari penyakit dan beroleh kesehatan. Anggapan ini kurang tepat. Coba lihat kisah Ayub! Bukankah Ayub orang yang saleh pada zamannya? Kembali pada pertanyaan di atas, secara umum bisa dikatakan bahwa penderitaan, termasuk penyakit di dalamnya, diakibatkan oleh dosa –yang merusak kesempurnaan ciptaan Tuhan. Karena itu, terlalu naif jika kita selalu mengidentikkan suatu penyakit dengan dosa seseorang. C.S. Lewis berpendapat bahwa kesakitan adalah “megafon” atau “pengeras suara” yang dipakai Tuhan untuk membangunkan kesadaran manusia. Bisa dikatakan bahwa Allah berbicara melalui kesakitan-kesakitan manusia. Paulus dalam bacaan hari ini mengungapkan bahwa ada kekeliruan yang sedang berlangsung di seluruh alam sehingga seluruh makhluk mengerang kesakitan (ay. 19, 20, 22). Melalui kesakitan, Allah dengan suara keras sedang berusaha menghentikan langkah kita supaya kita mencari kalau-kalau ada yang salah yang perlu dikoreksi dan kalau-kalau ada yang baik yang perlu dijajaki. Youth, tidak perlu gentar jika suatu saat kita menderita sakit. Sakit adalah sesuatu yang manusiawi, yang pasti akan dialami oleh setiap orang. Sebagai orang beriman, kita bersyukur jika Allah sedang membangunkan kesadaran kita. Di situlah kita melihat bahwa Ia tetap berkarya sambil mengingatkan kita untuk tetap mawas diri dan mengharapkan anugerah-Nya.
1. 2.
Bagaimana Paulus menggambarkan kenyataan hidup kita saat ini? Apa yang dinasihatkan Paulus di tengah kenyataan seperti itu? Hikmat untuk dapat menyadari pengingatan Tuhan.
Pokok Doa:
Hari ke-14
MEGAFON TUHAN
Roma 8:18-23
... sampai sekarang segala makhluk sama-sama mengeluh dan sama-sama merasa sakit bersalin.
Pernahkah Anda bertanya, “Mengapa manusia bisa sakit?” Ada yang menganggap bahwa sakitpenyakit itu disebabkan oleh dosa si sakit. Orang (Rm. 8:22) yang beriman akan sembuh dari penyakit dan beroleh kesehatan. Anggapan ini kurang tepat. Coba lihat kisah Ayub! Bukankah Ayub orang yang saleh pada zamannya? Kembali pada pertanyaan di atas, secara umum bisa dikatakan bahwa penderitaan, termasuk penyakit di dalamnya, diakibatkan oleh dosa –yang merusak kesempurnaan ciptaan Tuhan. Karena itu, terlalu naif jika kita selalu mengidentikkan suatu penyakit dengan dosa seseorang. C.S. Lewis berpendapat bahwa kesakitan adalah “megafon” atau “pengeras suara” yang dipakai Tuhan untuk membangunkan kesadaran manusia. Bisa dikatakan bahwa Allah berbicara melalui kesakitan-kesakitan manusia. Paulus dalam bacaan hari ini mengungapkan bahwa ada kekeliruan yang sedang berlangsung di seluruh alam sehingga seluruh makhluk mengerang kesakitan (ay. 19, 20, 22). Melalui kesakitan, Allah dengan suara keras sedang berusaha menghentikan langkah kita supaya kita mencari kalau-kalau ada yang salah yang perlu dikoreksi dan kalau-kalau ada yang baik yang perlu dijajaki. Youth, tidak perlu gentar jika suatu saat kita menderita sakit. Sakit adalah sesuatu yang manusiawi, yang pasti akan dialami oleh setiap orang. Sebagai orang beriman, kita bersyukur jika Allah sedang membangunkan kesadaran kita. Di situlah kita melihat bahwa Ia tetap berkarya sambil mengingatkan kita untuk tetap mawas diri dan mengharapkan anugerah-Nya.
1. 2.
Bagaimana Paulus menggambarkan kenyataan hidup kita saat ini? Apa yang dinasihatkan Paulus di tengah kenyataan seperti itu? Hikmat untuk dapat menyadari pengingatan Tuhan.
Pokok Doa:
This document is © 2010 by admin - all rights reserved.
|
Media Cetak |
Media Radio |
Media Televisi |
Tentang Kami |



