
Hari ke-10
Embedded Scribd iPaper - Requires Javascript and Flash Player
Hari ke-10
KETELANJANGAN
Kejadian 2:18-25
... mereka tahu, bahwa mereka telanjang; lalu mereka menyemat daun pohon ara dan membuat cawat.
Idih, judul renungan ini kok berbau porno ya? Apa pantas dalam renungan ini membahas hal yang seperti itu? Youth, apakah pertanyaan-pertanyaan (Kej. 3:7) seperti ini juga ada di benak Anda saat ini? Memang, jika ditanya, “Apa yang Anda bayangkan ketika mendengar kata ‘ketelanjangan’?”, umumnya orang akan menjawab, “Tubuh yang tak berbusana.” Namun, tahukah Anda kalau pada awalnya, ketelanjangan tidak dipersepsi seperti itu? Bacaan Alkitab hari ini mengungkapkan hal tersebut. Ketika Hawa selesai diciptakan oleh Allah, ia dibawa ke hadapan Adam. Adam menyambutnya dengan penuh sukacita sebagai tanda ia telah menemukan penolong yang sepadan bagi dirinya. Bahkan dikatakan bahwa keduanya dalam keadaan telanjang dan masing-masing tidak merasa malu. Situasi berubah ketika manusia jatuh dalam dosa. Ketelanjangan dianggap aib sehingga manusia itu membuat cawat bagi tubuh mereka (Kej. 3:7). Apa yang semula terbuka, kini ditutupi, bahkan disembunyikan. Apa yang semula dianggap luar biasa, kini menjadi di luar kebiasaan. Youth, saat ini telah terjadi pergeseran cara pandang manusia terhadap tubuhnya. Tubuh manusia kini dianggap sebagai bagian yang perlu ditutupi sebab bila tidak, dosa siap mengintai dan menjatuhkan manusia kembali. Karena itu, saat ini kita perlu memperbarui pemahaman dan cara pandang tentang tubuh kita. Tubuh manusia tidak dapat dipisahkan dari pribadinya. Itulah yang membuat manusia sekalipun sudah meninggal tetap dihormati dan diperlakukan secara layak.
1. 2.
Bagaimana keadaan manusia ketika diciptakan? Bagaimana sikap manusia pertama itu satu sama lain? Menyadari pengaruh dosa dalam persepsi terhadap tubuh.
Pokok Doa:
Hari ke-10
KETELANJANGAN
Kejadian 2:18-25
... mereka tahu, bahwa mereka telanjang; lalu mereka menyemat daun pohon ara dan membuat cawat.
Idih, judul renungan ini kok berbau porno ya? Apa pantas dalam renungan ini membahas hal yang seperti itu? Youth, apakah pertanyaan-pertanyaan (Kej. 3:7) seperti ini juga ada di benak Anda saat ini? Memang, jika ditanya, “Apa yang Anda bayangkan ketika mendengar kata ‘ketelanjangan’?”, umumnya orang akan menjawab, “Tubuh yang tak berbusana.” Namun, tahukah Anda kalau pada awalnya, ketelanjangan tidak dipersepsi seperti itu? Bacaan Alkitab hari ini mengungkapkan hal tersebut. Ketika Hawa selesai diciptakan oleh Allah, ia dibawa ke hadapan Adam. Adam menyambutnya dengan penuh sukacita sebagai tanda ia telah menemukan penolong yang sepadan bagi dirinya. Bahkan dikatakan bahwa keduanya dalam keadaan telanjang dan masing-masing tidak merasa malu. Situasi berubah ketika manusia jatuh dalam dosa. Ketelanjangan dianggap aib sehingga manusia itu membuat cawat bagi tubuh mereka (Kej. 3:7). Apa yang semula terbuka, kini ditutupi, bahkan disembunyikan. Apa yang semula dianggap luar biasa, kini menjadi di luar kebiasaan. Youth, saat ini telah terjadi pergeseran cara pandang manusia terhadap tubuhnya. Tubuh manusia kini dianggap sebagai bagian yang perlu ditutupi sebab bila tidak, dosa siap mengintai dan menjatuhkan manusia kembali. Karena itu, saat ini kita perlu memperbarui pemahaman dan cara pandang tentang tubuh kita. Tubuh manusia tidak dapat dipisahkan dari pribadinya. Itulah yang membuat manusia sekalipun sudah meninggal tetap dihormati dan diperlakukan secara layak.
1. 2.
Bagaimana keadaan manusia ketika diciptakan? Bagaimana sikap manusia pertama itu satu sama lain? Menyadari pengaruh dosa dalam persepsi terhadap tubuh.
Pokok Doa:
This document is © 2010 by admin - all rights reserved.
|
Media Cetak |
Media Radio |
Media Televisi |
Tentang Kami |



