
Hari ke-7
Embedded Scribd iPaper - Requires Javascript and Flash Player
Hari ke-7
SEKS
Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.
Kejadian 1:26-31
Apa yang Anda pahami ketika mendengar kata “seks”? Pastinya, kata ini tidak menunjuk sematamata pada hubungan seksual antara pria dan wanita. Cobalah buka kamus bahasa Inggris. Di situ, kita bisa menemukan bahwa kata “seks” bisa juga (Kej. 1:27) berarti jenis kelamin. Namun, mengapa saat ini kata “seks” identik dengan aktivitas seksual belaka? Bisa jadi hal ini disebabkan karena bentukan budaya kontemporer yang menjadikan seksualitas sebagai primadona. Seksualitas kini dieksplorasi, dieksploitasi, dan dimanipulasi habis-habisan. Bacaan hari ini menegaskan bahwa manusia memang makhluk seksual. Manusia itu terdiri dari laki-laki dan perempuan. Ini mau menunjukkan bahwa seksualitas memang menduduki posisi penting dalam kemanusiaan kita. Lebih lanjut, seksualitas itu baik pada awalnya (ay. 31) sebab melaluinya manusia dimungkinkan untuk memperoleh keturunan. Seksualitas juga memiliki aspek normal. Dorongan-dorongan yang ada padanya sama dengan kebutuhan fisik dan psikis lainnya. Karena itu, kita harus mengatakan bahwa seksualitas bukanlah satu-satunya yang penting. Bukan pula yang terpenting. Ia tidak boleh diper-setan-kan maupun diper-tuhan-kan. Youth, pemahaman yang keliru tentang seksualitas bisa memperbudak tubuh kita. Padahal tubuh bukanlah objek seksualitas. Karena itu, tempatkanlah seksualitas pada posisi yang sebenarnya. Ia diberikan Tuhan untuk kebahagiaan manusia, asalkan diperlakukan dengan tepat dan benar.
1. 2.
Apa yang Allah tetapkan tentang seksualitas? Bagaimana kita seharusnya memahami seksualitas? Kaum muda yang masih keliru dalam memahami seksualitas.
Pokok Doa:
Hari ke-7
SEKS
Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.
Kejadian 1:26-31
Apa yang Anda pahami ketika mendengar kata “seks”? Pastinya, kata ini tidak menunjuk sematamata pada hubungan seksual antara pria dan wanita. Cobalah buka kamus bahasa Inggris. Di situ, kita bisa menemukan bahwa kata “seks” bisa juga (Kej. 1:27) berarti jenis kelamin. Namun, mengapa saat ini kata “seks” identik dengan aktivitas seksual belaka? Bisa jadi hal ini disebabkan karena bentukan budaya kontemporer yang menjadikan seksualitas sebagai primadona. Seksualitas kini dieksplorasi, dieksploitasi, dan dimanipulasi habis-habisan. Bacaan hari ini menegaskan bahwa manusia memang makhluk seksual. Manusia itu terdiri dari laki-laki dan perempuan. Ini mau menunjukkan bahwa seksualitas memang menduduki posisi penting dalam kemanusiaan kita. Lebih lanjut, seksualitas itu baik pada awalnya (ay. 31) sebab melaluinya manusia dimungkinkan untuk memperoleh keturunan. Seksualitas juga memiliki aspek normal. Dorongan-dorongan yang ada padanya sama dengan kebutuhan fisik dan psikis lainnya. Karena itu, kita harus mengatakan bahwa seksualitas bukanlah satu-satunya yang penting. Bukan pula yang terpenting. Ia tidak boleh diper-setan-kan maupun diper-tuhan-kan. Youth, pemahaman yang keliru tentang seksualitas bisa memperbudak tubuh kita. Padahal tubuh bukanlah objek seksualitas. Karena itu, tempatkanlah seksualitas pada posisi yang sebenarnya. Ia diberikan Tuhan untuk kebahagiaan manusia, asalkan diperlakukan dengan tepat dan benar.
1. 2.
Apa yang Allah tetapkan tentang seksualitas? Bagaimana kita seharusnya memahami seksualitas? Kaum muda yang masih keliru dalam memahami seksualitas.
Pokok Doa:
This document is © 2010 by admin - all rights reserved.
|
Media Cetak |
Media Radio |
Media Televisi |
Tentang Kami |



