
Hari ke-1
Embedded Scribd iPaper - Requires Javascript and Flash Player
Hari ke-1
Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku. (Kel. 20:3)
SIAPA YANG MENJADI TUHANKU?
Lukas 12:22-34
Beberapa teman saya gemar berburu makanan enak. Kebanyakan dari makanan yang dicari itu bisa tidak menyehatkan jika dikonsumsi terus-menerus. Tak heran jika tubuh mereka gemuk bahkan overweight. Fakta ini mau menunjukkan bahwa ada orang yang begitu mengistimewakan makanan enak daripada hidup atau tubuh mereka. Tanpa disadari, makanan itu telah menjadi idola baru dalam hidupnya, bahkan telah menjadi tuhan yang dicari dan dipuja. Yesus mengingatkan para pendengar-Nya bahwa hidup itu lebih penting daripada makanan. Konteks pengajaran Yesus saat itu adalah adanya orang yang kerap dilanda kekuatiran tentang apa yang akan mereka makan dan pakai. Yesus mengajak mereka untuk melihat bahwa makhluk lain dapat tetap hidup karena dipelihara Allah, terlebih lagi manusia. Karena itu, hal yang seharusnya lebih diperhatikan manusia adalah bagaimana ia menjalani kehidupannya dan apa yang dilakukan dengan tubuhnya. Itulah sebabnya Yesus menasihatkan, “Tetapi carilah dahulu Kerajaan-Nya, maka semuanya itu akan ditambahkan juga kepadamu.” Peristiwa Paska mengajak kita untuk mengevaluasi kembali orientasi hidup kita; apa dan siapa yang terpenting dalam hidup kita. Youth, bagaimana sikap Anda terhadap makanan atau yang lainnya? Apakah Anda mencari makanan sedemikian rupa sehingga Anda tidak memerhatikan apa yang baik untuk tubuh Anda? Ingatlah bahwa segala sesuatu yang mendorong kita untuk memerhatikannya melebihi apa pun juga telah menjadikan hal tersebut sebagai tuhan atau allah dalam hidup kita. Padahal, Allah sudah berpesan, “Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku.”
1. 2. Mengapa Yesus menganggap hidup itu lebih penting daripada makanan? Apa yang akan Anda lakukan dengan tubuh Anda? Tuhan Yesus tetap diperlakukan sebagai Tuhan.
Pokok Doa:
Hari ke-1
Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku. (Kel. 20:3)
SIAPA YANG MENJADI TUHANKU?
Lukas 12:22-34
Beberapa teman saya gemar berburu makanan enak. Kebanyakan dari makanan yang dicari itu bisa tidak menyehatkan jika dikonsumsi terus-menerus. Tak heran jika tubuh mereka gemuk bahkan overweight. Fakta ini mau menunjukkan bahwa ada orang yang begitu mengistimewakan makanan enak daripada hidup atau tubuh mereka. Tanpa disadari, makanan itu telah menjadi idola baru dalam hidupnya, bahkan telah menjadi tuhan yang dicari dan dipuja. Yesus mengingatkan para pendengar-Nya bahwa hidup itu lebih penting daripada makanan. Konteks pengajaran Yesus saat itu adalah adanya orang yang kerap dilanda kekuatiran tentang apa yang akan mereka makan dan pakai. Yesus mengajak mereka untuk melihat bahwa makhluk lain dapat tetap hidup karena dipelihara Allah, terlebih lagi manusia. Karena itu, hal yang seharusnya lebih diperhatikan manusia adalah bagaimana ia menjalani kehidupannya dan apa yang dilakukan dengan tubuhnya. Itulah sebabnya Yesus menasihatkan, “Tetapi carilah dahulu Kerajaan-Nya, maka semuanya itu akan ditambahkan juga kepadamu.” Peristiwa Paska mengajak kita untuk mengevaluasi kembali orientasi hidup kita; apa dan siapa yang terpenting dalam hidup kita. Youth, bagaimana sikap Anda terhadap makanan atau yang lainnya? Apakah Anda mencari makanan sedemikian rupa sehingga Anda tidak memerhatikan apa yang baik untuk tubuh Anda? Ingatlah bahwa segala sesuatu yang mendorong kita untuk memerhatikannya melebihi apa pun juga telah menjadikan hal tersebut sebagai tuhan atau allah dalam hidup kita. Padahal, Allah sudah berpesan, “Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku.”
1. 2. Mengapa Yesus menganggap hidup itu lebih penting daripada makanan? Apa yang akan Anda lakukan dengan tubuh Anda? Tuhan Yesus tetap diperlakukan sebagai Tuhan.
Pokok Doa:
This document is © 2010 by admin - all rights reserved.
|
Media Cetak |
Media Radio |
Media Televisi |
Tentang Kami |



