
Hari ke-30
Embedded Scribd iPaper - Requires Javascript and Flash Player
Hari ke-30
Tetapi ketika imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat melihat mujizat-mujizat yang dibuat-Nya itu dan anak-anak yang berseru dalam Bait Allah: “Hosana bagi Anak Daud!” hati mereka sangat jengkel ....
IRI HATI
Matius 21:12-16
“Hati yang tenang menyegarkan tubuh, tetapi iri hati membusukkan tulang” (Ams. 14:30). Memang tidak ada yang menyenangkan saat sesorang menjadi iri hati kepada sesamanya. Dalam keadaan iri, orang menjadi lupa akan apa yang sudah cukup banyak dicapainya dan mengalihkan perhatian (Mat. 21:15) kepada apa yang dicapai oleh orang lain. Ketimbang memuji dan mengakui kelebihan orang lain, perasaan dalam diri hanya dipenuhi oleh keinginan untuk menjatuhkan dan merenggut apa yang telah dicapai orang lain. Sikap ini hanya akan membawa kegalauan dan kesusahan hati saja. Mengapa imam kepala dan ahli Taurat menjadi sangat jengkel? Karena, “ruang nyaman” mereka terganggu. Yesus begitu populer dan menggugah hati banyak orang bahkan sampai anak-anak pun memuja-Nya atas segala kebaikan Allah yang dapat mereka alami melalui kehadiran dan karya-Nya. Selaku petinggi agama mereka merasa patut menerima pengakuan khusus dari khalayak yang datang beribadah. Karena itu, pujaan kepada Yesus sama saja perendahan muka mereka sebagai orang yang harus “diterima dan dihargai”. Youth, iri hati karena seseorang telah menjadi saluran berkat Allah bagi orang lain tidak patut dihidupi dalam diri pengikut Kristus. Sebagai imamimam yang melayani Sang Raja (imamat am orang percaya), kita semua mendapat kesempatan yang sama untuk melayani Allah. Pujian dan kemuliaan untuk Allah-lah yang harus menjadi tujuan akhir segenap pelayanan kita, bukan kebanggaan diri, apalagi kenyamanan diri kita sendiri.
1. 2.
Apa yang menyebabkan imam kepala dan ahli Taurat menjadi sangat jengkel? Bagaimana cara mengobati iri hati? Tidak iri hati.
Pokok Doa:
Hari ke-30
Tetapi ketika imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat melihat mujizat-mujizat yang dibuat-Nya itu dan anak-anak yang berseru dalam Bait Allah: “Hosana bagi Anak Daud!” hati mereka sangat jengkel ....
IRI HATI
Matius 21:12-16
“Hati yang tenang menyegarkan tubuh, tetapi iri hati membusukkan tulang” (Ams. 14:30). Memang tidak ada yang menyenangkan saat sesorang menjadi iri hati kepada sesamanya. Dalam keadaan iri, orang menjadi lupa akan apa yang sudah cukup banyak dicapainya dan mengalihkan perhatian (Mat. 21:15) kepada apa yang dicapai oleh orang lain. Ketimbang memuji dan mengakui kelebihan orang lain, perasaan dalam diri hanya dipenuhi oleh keinginan untuk menjatuhkan dan merenggut apa yang telah dicapai orang lain. Sikap ini hanya akan membawa kegalauan dan kesusahan hati saja. Mengapa imam kepala dan ahli Taurat menjadi sangat jengkel? Karena, “ruang nyaman” mereka terganggu. Yesus begitu populer dan menggugah hati banyak orang bahkan sampai anak-anak pun memuja-Nya atas segala kebaikan Allah yang dapat mereka alami melalui kehadiran dan karya-Nya. Selaku petinggi agama mereka merasa patut menerima pengakuan khusus dari khalayak yang datang beribadah. Karena itu, pujaan kepada Yesus sama saja perendahan muka mereka sebagai orang yang harus “diterima dan dihargai”. Youth, iri hati karena seseorang telah menjadi saluran berkat Allah bagi orang lain tidak patut dihidupi dalam diri pengikut Kristus. Sebagai imamimam yang melayani Sang Raja (imamat am orang percaya), kita semua mendapat kesempatan yang sama untuk melayani Allah. Pujian dan kemuliaan untuk Allah-lah yang harus menjadi tujuan akhir segenap pelayanan kita, bukan kebanggaan diri, apalagi kenyamanan diri kita sendiri.
1. 2.
Apa yang menyebabkan imam kepala dan ahli Taurat menjadi sangat jengkel? Bagaimana cara mengobati iri hati? Tidak iri hati.
Pokok Doa:
This document is © 2010 by admin - all rights reserved.
|
Media Cetak |
Media Radio |
Media Televisi |
Tentang Kami |



