Cover Media Cetak

young listener

young listener

Hari ke-14

Embedded Scribd iPaper - Requires Javascript and Flash Player
Hari ke-14
DISIPLIN DARI ALLAH
“… karena Tuhan menghajar orang yang dikasihiNya, dan Ia menyesah orang yang diakui-Nya sebagai anak.”
Ibrani 12:5-11
Seorang anak balita bermain di dekat dapur. Sebuah pisau dapur tergeletak di tempat yang dapat dijangkau oleh anak itu. Si anak mengambilnya (Ibr. 12:6) dan memainkannya mirip seperti film robot yang baru tadi pagi ditontonnya. “Ciat ... hup ... hup.” Pisau diputar-putar dan diarahkan pada adiknya yang masih kecil. Melihat kejadian itu, ayahnya segera merebut pisau itu darinya. “Hai, jangan! Pisau ini tajam, nanti kamu bisa terluka! Lain kali tidak boleh bermain pisau ini! Mengerti?” Sang ayah mendisiplinkan anaknya untuk tidak membahayakan dirinya maupun orang lain. Penulis Surat Ibrani mengungkapkan alasan mengapa orang harus bersyukur saat susah: disiplin. Allah mendisiplinkan umat-Nya. Disiplin adalah salah satu perangkat yang diperlukan dalam proses mengerti dan meraih nilai hidup. Seorang anak tidak akan dibiarkan melakukan apa yang diinginkannya seenak hatinya karena itu akan menjadikannya berkepribadian manja dan mudah rapuh dalam menghadapi kesulitan hidup. Disiplin ayah kepada anaknya bertujuan untuk kebaikan si anak. Youth, kadang orang buru-buru menggerutu dan mengeluh pada saat menghadapi kesusahan dalam hidup. Bahkan ada orang yang segera menyalahkan dan menuduh Allah berlaku tidak adil. Kini kita tahu bahwa kesusahan hidup dalam terang pemeliharaan Allah yang baik akan menjadi proses belajar yang berharga sehingga kita menjadi pribadi yang matang dan dewasa.
1. 2.
Mengapa Allah menghajar dan menyesah orang yang diakuinya sebagai anak? Kapan terakhir kali Allah menghajar dan menyesah Anda? Bersyukur atas didikan dan pemeliharaan Tuhan.
Pokok Doa:
This document is © 2010 by admin - all rights reserved.