Cover Media Cetak

young listener

young listener

Hari ke-9

Embedded Scribd iPaper - Requires Javascript and Flash Player
Hari ke-9
“Jangan malu karena jenis pekerjaan kita. Kalau kita menjadi pemotong rumput, jadilah pemotong rumput yang profesional. Kalau kita bekerja se(Mat. 25:21) bagai supir, jadilah supir yang berdedikasi dan sabar. Kalau pekerjaan kita menjadi tukang sampah, pekerjaan kita tidak kurang mulia dibandingkan dengan pekerjaan seorang presiden pada saat kita bekerja dengan jujur, bersemangat dan bertekun penuh dengan rasa syukur.” Begitulah nasihat seorang ayah yang sedang sakit keras kepada anak-anaknya di sebuah perumahan kumuh pada suatu malam. Sang Tuan membagikan talenta kepada para hambanya sesuai dengan kemampuan mereka. Tidak ada yang menerima lebih daripada yang dapat mereka kerjakan. Karena itu, kegagalan hamba yang dipercayakan satu talenta menandakan kemalasan dan pengabaiannya kepada Si Tuan. Hidup dalam semangat menantikan kedatangan Yesus adalah hidup di mana waktu, kemampuan, dan sumber daya digunakan untuk melayani Allah. Di dalamnya ada kasih dan persembahan karya yang terbaik bagi-Nya. Youth, talenta melambangkan sumber daya yang telah diberikan oleh Allah untuk kita. Ia memberikannya secara proporsional sesuai dengan kemampuan kita. Perumpamaan Talenta ini mengajarkan kepada kita bahwa hal yang penting bukan seberapa banyak yang kita miliki, tetapi seberapa baik kita mendayagunakan apa yang kita miliki untuk kemuliaan-Nya sampai Ia kelak datang kembali untuk mengadakan perhitungan.
1. 2. Apa dasar perhitungan yang dibuat Sang Tuan dalam memercayakan talentanya? Sudahkah kita mengelola talenta pemberian Tuhan dengan baik? Bijaksana dalam mengelola segala pemberian Tuhan.
“Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil ....”
PENGELOLAAN TALENTA
Matius 25:14-30
Pokok Doa:
This document is © 2010 by admin - all rights reserved.