
Hari ke-5
Embedded Scribd iPaper - Requires Javascript and Flash Player
Hari ke-5
Dalam kegelapan orang tidak bisa melihat. Pengenalan diri dan lingkungan sekitar menjadi tidak mungkin. Pada saat itu disorientasi terjadi. Tidak ada kegiatan yang dapat dilakukan dengan (Yoh. 8:12) baik dalam kegelapan. Untuk melangkah dan berjalan hanya dapat meraba-raba dan mendugaduga. Hati yang tertutup untuk kebenaran adalah hati yang dipenuhi kegelapan. Hati seperti ini selalu dipenuhi sinisme, kecurigaan, dan anggapan buruk terhadap orang lain, bahkan terhadap orang lain yang sebenarnya ingin memberikan kebaikan kepadanya. Yesus berbicara di bagian perbendaharaan Bait Allah (8:20). Ada lilin yang dinyalakan di ruangan ini untuk melambangkan tiang api yang memimpin umat Israel melewati padang gurun (Kel. 13:21,22). Dalam konteks yang seperti itu, Yesus menyebut diri-Nya “Terang Dunia”. Sebagaimana tiang api mewakili kehadiran, perlindungan, dan pemeliharaan Allah, begitu juga dengan kehadiran Yesus di dunia ini. Pernyataan dan ajakan Yesus menawarkan kelegaan. Kepada setiap orang yang berada dalam kegelapan, Yesus memberikan terang. Namun, hati orang Farisi sungguh tertutup. Ketimbang mendengar, mereka lebih mengutamakan berargumen. Ketimbang melihat dengan hati, mereka melihat dengan tradisi. Mereka lebih suka berjalan dalam kegelapan. Youth, mengikut Yesus tidak akan sia-sia. Langkah hidup kita menjadi langkah hidup yang berujung kepada damai sejahtera dan kebenaran. Saat hati mengalami kebimbangan dan disorientasi arah hidup, jangan mengeraskan hati. Bukalah hati kepada Terang Dunia yang memberikan terang hidup!
“Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup.”
MEMBUKA HATI UNTUK TERANG
Yohanes 8:12-20
1. 2.
Apa artinya jika Yesus mengatakan diri-Nya sebagai Terang Dunia? Apa yang menyebabkan orang menutup pintu hatinya bagi Yesus? Berjalan dalam terang hidup bersama Yesus.
Pokok Doa:
Hari ke-5
Dalam kegelapan orang tidak bisa melihat. Pengenalan diri dan lingkungan sekitar menjadi tidak mungkin. Pada saat itu disorientasi terjadi. Tidak ada kegiatan yang dapat dilakukan dengan (Yoh. 8:12) baik dalam kegelapan. Untuk melangkah dan berjalan hanya dapat meraba-raba dan mendugaduga. Hati yang tertutup untuk kebenaran adalah hati yang dipenuhi kegelapan. Hati seperti ini selalu dipenuhi sinisme, kecurigaan, dan anggapan buruk terhadap orang lain, bahkan terhadap orang lain yang sebenarnya ingin memberikan kebaikan kepadanya. Yesus berbicara di bagian perbendaharaan Bait Allah (8:20). Ada lilin yang dinyalakan di ruangan ini untuk melambangkan tiang api yang memimpin umat Israel melewati padang gurun (Kel. 13:21,22). Dalam konteks yang seperti itu, Yesus menyebut diri-Nya “Terang Dunia”. Sebagaimana tiang api mewakili kehadiran, perlindungan, dan pemeliharaan Allah, begitu juga dengan kehadiran Yesus di dunia ini. Pernyataan dan ajakan Yesus menawarkan kelegaan. Kepada setiap orang yang berada dalam kegelapan, Yesus memberikan terang. Namun, hati orang Farisi sungguh tertutup. Ketimbang mendengar, mereka lebih mengutamakan berargumen. Ketimbang melihat dengan hati, mereka melihat dengan tradisi. Mereka lebih suka berjalan dalam kegelapan. Youth, mengikut Yesus tidak akan sia-sia. Langkah hidup kita menjadi langkah hidup yang berujung kepada damai sejahtera dan kebenaran. Saat hati mengalami kebimbangan dan disorientasi arah hidup, jangan mengeraskan hati. Bukalah hati kepada Terang Dunia yang memberikan terang hidup!
“Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup.”
MEMBUKA HATI UNTUK TERANG
Yohanes 8:12-20
1. 2.
Apa artinya jika Yesus mengatakan diri-Nya sebagai Terang Dunia? Apa yang menyebabkan orang menutup pintu hatinya bagi Yesus? Berjalan dalam terang hidup bersama Yesus.
Pokok Doa:
This document is © 2010 by admin - all rights reserved.
|
Media Cetak |
Media Radio |
Media Televisi |
Tentang Kami |



