Cover Media Cetak

young listener

young listener

Hari ke-3

Embedded Scribd iPaper - Requires Javascript and Flash Player
Hari ke-3
BEBAN DAN KUK
Matius 11:28-30
“Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.”
Sekelompok muda-mudi berkemah ke daerah pegunungan. Saat pendakian menuju lokasi kemah, seorang pemuda terlihat susah dan letih (Mat. 11:28) karena tas ransel yang dibawanya. Teman-temannya datang menghampiri pemuda itu dan bertanya, “Apa saja yang kamu bawa? Kelihatannya berat sekali.” Tasnya dibuka dan terlihatlah ruparupa barang bawaannya. Astaga! Pemuda ini membawa banyak sekali barang yang tidak cocok untuk berkemah. Ia membawa setumpuk pakaian, 2 piyama, 2 handuk mandi, 2 sandal, 5 kaleng makanan, 3 kaleng buah, 1 mug almunium, 1 pencukur elektronis, dan 1 hair dryer! Kuk adalah sebuah alat yang terbuat dari kayu dan digunakan pada bahu lembu sebagai alat pembantu untuk menarik beban. Pada zaman Yesus, banyak orang hidup dengan “beban-beban”. Mulai dari beban dosa, tuntutan pemenuhan hukum agama oleh para pemimpin agama (Mat. 23:4; Kis.15:10), penindasan dan penganiayaan serta kegamangan dalam menjumpai Allah. Yesus membebaskan orang dari beban-beban ini. Sebagai gantinya Ia memberikan “kuk”, dalam bentuk kasih, pengajaran, pemulihan dan pendamaian dengan Allah. Hubungan dengan Allah di dalam Yesus Kristus mengubah beban rohani yang berat menjadi spiritualitas yang produktif dan bertujuan. Youth, pikullah “kuk” yang dipasang Tuhan Yesus dalam bentuk pengajaran dan perintah-Nya, dan jangan memikul beban yang keliru dalam bentuk hal-hal yang justru menghalangi hubungan akrab kita dengan Allah.
1. 2.
Apa saja “beban” yang harus dipikul oleh orang-orang pada zaman Yesus? Apa saja “beban” yang akan menghalangi hubungan Anda dengan Allah? Mampu memikul “kuk” yang dipasang Tuhan Yesus.
Pokok Doa:
This document is © 2010 by admin - all rights reserved.