
Hari ke-30
Embedded Scribd iPaper - Requires Javascript and Flash Player
Hari ke-30
PERSAUDARAAN SEJATI
“Sebab siapa pun yang melakukan kehendak Bapa-Ku di sorga, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku.”
Matius 12:46-50
Dalam film Hollywood, persaudaraan sejati biasanya digambarkan dengan dua orang yang melukai tangannya hingga berdarah, lalu berjabatan, ke(Mat. 12:50) mudian saling berjanji setia. Berjabatan tangan dan menyatukan darah, yang disertai janji setia, menandai ikatan yang erat bagaikan saudara “sedarah”, yang tak mungkin terputuskan dengan apa pun lagi. Namun demikian, bagaimanakah persaudaraan sejati itu menurut Tuhan Yesus? Ketika orang-orang menyampaikan bahwa saudara dan saudari-Nya dan ibu-Nya datang mencari-Nya, Tuhan Yesus justru menunjuk kepada orangorang di sekeliling-Nya sebagai saudara dan saudari-Nya, bahkan ibu-Nya. Kata-Nya, “Siapapun yang melakukan kehendak Bapa-Ku di Surga, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku” (ay. 50). Artinya, ikatan persaudaraan adalah lebih dari sekadar ikatan darah atau hubungan kekeluargaan. Ada ikatan yang lebih tinggi dan mulia, yakni ikatan dalam hubungan persaudaraan sebagai anak-anak Allah. Barangsiapa yang melakukan kehendak Allah, dialah saudara dan saudari Tuhan Yesus. Jadi, menurut Tuhan Yesus, mereka yang melakukan kehendak Allah Bapa diikat dalam persaudaraan sebagai anak-anak Allah. Youth, persaudaraan yang sejati ternyata bukanlah tentang ikatan darah atau hubungan kekeluargaan, melainkan tentang ketaatan kepada Allah. Apakah Anda sudah menjadi anggota dari persaudaraan di dalam Tuhan Yesus?
1. 2. Mengapa “melakukan kehendak Allah Bapa” menjadi syarat persaudaraan? Bagaimana melakukan kehendak Allah Bapa? Menjadi saudara dan saudari Tuhan Yesus.
Pokok Doa:
Hari ke-30
PERSAUDARAAN SEJATI
“Sebab siapa pun yang melakukan kehendak Bapa-Ku di sorga, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku.”
Matius 12:46-50
Dalam film Hollywood, persaudaraan sejati biasanya digambarkan dengan dua orang yang melukai tangannya hingga berdarah, lalu berjabatan, ke(Mat. 12:50) mudian saling berjanji setia. Berjabatan tangan dan menyatukan darah, yang disertai janji setia, menandai ikatan yang erat bagaikan saudara “sedarah”, yang tak mungkin terputuskan dengan apa pun lagi. Namun demikian, bagaimanakah persaudaraan sejati itu menurut Tuhan Yesus? Ketika orang-orang menyampaikan bahwa saudara dan saudari-Nya dan ibu-Nya datang mencari-Nya, Tuhan Yesus justru menunjuk kepada orangorang di sekeliling-Nya sebagai saudara dan saudari-Nya, bahkan ibu-Nya. Kata-Nya, “Siapapun yang melakukan kehendak Bapa-Ku di Surga, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku” (ay. 50). Artinya, ikatan persaudaraan adalah lebih dari sekadar ikatan darah atau hubungan kekeluargaan. Ada ikatan yang lebih tinggi dan mulia, yakni ikatan dalam hubungan persaudaraan sebagai anak-anak Allah. Barangsiapa yang melakukan kehendak Allah, dialah saudara dan saudari Tuhan Yesus. Jadi, menurut Tuhan Yesus, mereka yang melakukan kehendak Allah Bapa diikat dalam persaudaraan sebagai anak-anak Allah. Youth, persaudaraan yang sejati ternyata bukanlah tentang ikatan darah atau hubungan kekeluargaan, melainkan tentang ketaatan kepada Allah. Apakah Anda sudah menjadi anggota dari persaudaraan di dalam Tuhan Yesus?
1. 2. Mengapa “melakukan kehendak Allah Bapa” menjadi syarat persaudaraan? Bagaimana melakukan kehendak Allah Bapa? Menjadi saudara dan saudari Tuhan Yesus.
Pokok Doa:
This document is © 2010 by admin - all rights reserved.
|
Media Cetak |
Media Radio |
Media Televisi |
Tentang Kami |



