
Hari ke-12
Embedded Scribd iPaper - Requires Javascript and Flash Player
Hari ke-12
PERSAUDARAAN DAN PERSEKUTUAN
Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun!
Mazmur 133:1-3
Sebagian dari kita mungkin memiliki saudara sekandung. Suka atau tidak suka, mau atau tidak (Mzm. 133:1) mau, kita menjadi bagian dalam keluarga yang diikat dalam tali persaudaraan. Persoalannya, tali persaudaraan tidak menjamin hubungan persaudaraan kita manis dan langgeng. Menjadi saudara itu given, sedangkan memupuk tali persaudaraan adalah sebuah proses –tidak jarang prosesnya begitu panjang berliku-liku dan juga bisa pahit. Bacaan kita berbicara tentang pentingnya memupuk tali persaudaraan menjadi sesuatu yang baik dan indah. Kunci untuk memupuk persaudaraan adalah kerukunan, dan yang dimaksud rukun di sini adalah sebuah hubungan persekutuan yang hidup antara satu anggota keluarga dan anggota keluarga lainnya. Apa ciri persekutuan? Hubungan kita dengan orang lain baru bisa dikatakan sebuah persekutuan ketika di dalamnya ada kepedulian satu dengan yang lain, empati, dan komitmen untuk saling menerima. Lebih jauh lagi pemazmur menghubungkan antara persekutuan yang hidup dan berkat Tuhan (ay. 3). Artinya, berkat Tuhan di tengah keluarga baru bisa kita rasakan ketika kita hidup rukun dengan saudara-saudara kita. Youth, menjalin persaudaraan itu tidak sekali jadi. Sering kali kita menemui berbagai ganjalan dalam hubungan persaudaraan kita. Persaudaraan yang indah adalah persaudaraan yang terjalin baik, yang di dalamnya terbentuk sebuah persekutuan yang hidup. Menjadi saudara yang baik adalah tuntutan kita kepada diri sendiri, bukan kepada orang lain.
1. 2. Mengapa kerukunan persaudaraan digambarkan seperti minyak yang meleleh dan embun yang turun? Apa saja ganjalan Anda dalam menjalin tali persaudaraan? Bagaimana mengatasinya? Kemampuan untuk mengatasi ganjalan dalam persaudaraan.
Pokok Doa:
Hari ke-12
PERSAUDARAAN DAN PERSEKUTUAN
Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun!
Mazmur 133:1-3
Sebagian dari kita mungkin memiliki saudara sekandung. Suka atau tidak suka, mau atau tidak (Mzm. 133:1) mau, kita menjadi bagian dalam keluarga yang diikat dalam tali persaudaraan. Persoalannya, tali persaudaraan tidak menjamin hubungan persaudaraan kita manis dan langgeng. Menjadi saudara itu given, sedangkan memupuk tali persaudaraan adalah sebuah proses –tidak jarang prosesnya begitu panjang berliku-liku dan juga bisa pahit. Bacaan kita berbicara tentang pentingnya memupuk tali persaudaraan menjadi sesuatu yang baik dan indah. Kunci untuk memupuk persaudaraan adalah kerukunan, dan yang dimaksud rukun di sini adalah sebuah hubungan persekutuan yang hidup antara satu anggota keluarga dan anggota keluarga lainnya. Apa ciri persekutuan? Hubungan kita dengan orang lain baru bisa dikatakan sebuah persekutuan ketika di dalamnya ada kepedulian satu dengan yang lain, empati, dan komitmen untuk saling menerima. Lebih jauh lagi pemazmur menghubungkan antara persekutuan yang hidup dan berkat Tuhan (ay. 3). Artinya, berkat Tuhan di tengah keluarga baru bisa kita rasakan ketika kita hidup rukun dengan saudara-saudara kita. Youth, menjalin persaudaraan itu tidak sekali jadi. Sering kali kita menemui berbagai ganjalan dalam hubungan persaudaraan kita. Persaudaraan yang indah adalah persaudaraan yang terjalin baik, yang di dalamnya terbentuk sebuah persekutuan yang hidup. Menjadi saudara yang baik adalah tuntutan kita kepada diri sendiri, bukan kepada orang lain.
1. 2. Mengapa kerukunan persaudaraan digambarkan seperti minyak yang meleleh dan embun yang turun? Apa saja ganjalan Anda dalam menjalin tali persaudaraan? Bagaimana mengatasinya? Kemampuan untuk mengatasi ganjalan dalam persaudaraan.
Pokok Doa:
This document is © 2010 by admin - all rights reserved.
|
Media Cetak |
Media Radio |
Media Televisi |
Tentang Kami |



