Cover Media Cetak

young listener

young listener

Hari ke-9

Embedded Scribd iPaper - Requires Javascript and Flash Player
Hari ke-9
WELCOME BACK!
“Tetapi sekarang, janganlah bersusah hati dan janganlah menyesali diri, karena kamu menjual aku ke sini, sebab untuk memelihara kehidupanlah Allah menyuruh aku mendahului kamu.”
Kejadian 45:1-28
Manusia itu rapuh. Ia tidak terbuat dari baja atau besi, melainkan dari darah dan daging yang mudah hancur. Ia bagaikan kaca yang mudah pecah, dan kalau pecah, ia pecah berserpih-serpih dan setiap serpihannya mengingatkan kita bahwa kita hanya(Kej. 45:5) lah manusia biasa bukan superman, bukan malaikat, apalagi Tuhan. Setiap saat, di manapun, dan dalam keadaan apa pun sesungguhnya manusia adalah makhluk yang lemah, penuh dengan segala cacat cela, bahkan dapat melakukan kejahatan dan berbuat dosa. Setelah melalui berbagai macam persoalan, akhirnya Yusuf dan saudarasaudaranya, bahkan seluruh keluarganya, bersatu kembali; walaupun bukan Yusuf yang menghampiri keluarganya, melainkan keluarganyalah yang menghampirinya. Yusuf akhirnya menerima kembali saudara-saudara yang telah mencelakainya, bahkan bisa melihatnya sebagai sebuah rencana agung Tuhan yang sudah direncanakan-Nya sejak semula. Youth, memang Yusuf tidak pernah pulang kembali ke rumahnya di masa kecil, namun ia mendapatkan kembali persaudaraannya yang dulu terhilang dari dalam kehidupannya. Bukankah yang dimaksud keluarga bukanlah gedungnya namun persekutuannya? Kita memang bisa mengalami saudara yang kita kasihi menjauh dari diri kita, bukan karena kita membencinya, namun karena ia jatuh dalam dosa, dan ketika ia kembali, sambutlah ia, “Welcome back, Bro! Welcome back, Sis!”
1. 2. Mengapa Yusuf mau menerima saudara-saudara yang telah menjualnya? Adakah perbuatan orang lain yang belum mampu Anda maafkan atau ampuni? Mengapa? Hati yang penuh pengampunan.
Pokok Doa:
This document is © 2010 by admin - all rights reserved.