
Hari ke-4
Embedded Scribd iPaper - Requires Javascript and Flash Player
Hari ke-4
KDRT
Kejadian
“Sekarang, marilah kita bunuh dia dan kita lemparkan ke dalam salah satu sumur ini ....”
37:12-36
Istilah “KDRT” (kekerasan dalam rumah tangga) belakangan sering didengungkan. KDRT adalah tindak kekerasan yang dilakukan anggota keluarga yang satu terhadap anggota yang lainnya (Kej. 37:20) di dalam keluarga tersebut. Sebenarnya esensi KDRT adalah tentang penguasaan anggota yang satu atas yang lainnya. Jika kekuasaan antara satu anggota dengan yang lainnya masih berimbang, hal itu belum dapat dikatakan sebagai KDRT. Ketika mereka berusaha saling menguasai, maka hal itu masih dikatakan sebagai konflik. Dengan kata lain, KDRT adalah kondisi lanjutan dari kondisi konflik yang tidak ditangani dengan baik. Hal itulah yang terjadi dalam keluarga Yakub. Meskipun konflik sudah terjadi di tengah kehidupan keluarga, namun rupanya mereka tidak menanganinya dengan baik. Sangat mungkin hal itu disebabkan oleh karena dalam budaya keluarga Yakub memang tidak dibangun budaya untuk mau menangani konflik dengan baik. Maka terjadilah hari yang mengenaskan itu! Atas nama keadilan maka terjadilah penindasan. Dan atas nama penindasan terjadilah kekerasan yang melibatkan sesama anak-anak Yakub. Kakak-kakak Yusuf yang berjuang melawan ketidakadilan akhirnya melakukan tindak kekerasan kepada Yusuf yang notabene saudara mereka. Youth, konflik sebenarnya bukan hal yang tabu atau memalukan. Bahkan dalam batas tertentu, konflik bisa menghasilkan kondisi yang lebih baik. Konflik baru menghancurkan ketika ia tidak dikelola dengan baik.
1. 2.
Mengapa saudara-saudara Yusuf memilih untuk menjual Yusuf? Bagaimana seandainya Anda yang menjadi Yusuf atau saudara-saudaranya? Kemampuan untuk mengelola hubungan yang harmonis.
Pokok Doa:
Hari ke-4
KDRT
Kejadian
“Sekarang, marilah kita bunuh dia dan kita lemparkan ke dalam salah satu sumur ini ....”
37:12-36
Istilah “KDRT” (kekerasan dalam rumah tangga) belakangan sering didengungkan. KDRT adalah tindak kekerasan yang dilakukan anggota keluarga yang satu terhadap anggota yang lainnya (Kej. 37:20) di dalam keluarga tersebut. Sebenarnya esensi KDRT adalah tentang penguasaan anggota yang satu atas yang lainnya. Jika kekuasaan antara satu anggota dengan yang lainnya masih berimbang, hal itu belum dapat dikatakan sebagai KDRT. Ketika mereka berusaha saling menguasai, maka hal itu masih dikatakan sebagai konflik. Dengan kata lain, KDRT adalah kondisi lanjutan dari kondisi konflik yang tidak ditangani dengan baik. Hal itulah yang terjadi dalam keluarga Yakub. Meskipun konflik sudah terjadi di tengah kehidupan keluarga, namun rupanya mereka tidak menanganinya dengan baik. Sangat mungkin hal itu disebabkan oleh karena dalam budaya keluarga Yakub memang tidak dibangun budaya untuk mau menangani konflik dengan baik. Maka terjadilah hari yang mengenaskan itu! Atas nama keadilan maka terjadilah penindasan. Dan atas nama penindasan terjadilah kekerasan yang melibatkan sesama anak-anak Yakub. Kakak-kakak Yusuf yang berjuang melawan ketidakadilan akhirnya melakukan tindak kekerasan kepada Yusuf yang notabene saudara mereka. Youth, konflik sebenarnya bukan hal yang tabu atau memalukan. Bahkan dalam batas tertentu, konflik bisa menghasilkan kondisi yang lebih baik. Konflik baru menghancurkan ketika ia tidak dikelola dengan baik.
1. 2.
Mengapa saudara-saudara Yusuf memilih untuk menjual Yusuf? Bagaimana seandainya Anda yang menjadi Yusuf atau saudara-saudaranya? Kemampuan untuk mengelola hubungan yang harmonis.
Pokok Doa:
This document is © 2010 by admin - all rights reserved.
|
Media Cetak |
Media Radio |
Media Televisi |
Tentang Kami |



