
Hari ke-3
Embedded Scribd iPaper - Requires Javascript and Flash Player
Hari ke-3
KONFLIK
Kejadian
... bencilah mereka itu kepadanya dan tidak mau menyapanya dengan ramah.
37:1-11
Kata “konflik” berasal dari dua kata bahasa Latin con yang arti harfiahnya “bersama” dan fligere yang berarti “membentur”. Jika dua kata tersebut digabungkan, maka maknanya adalah “adanya (Kej. 37:4) dua pihak yang secara bersama-sama dan secara sadar saling membenturkan diri”. Dalam hal ini yang dibenturkan adalah kepentingan atau keinginan yang satu sama lain tidak dapat berjalan bersama dan dianggap mengancam pihak-pihak yang saling memaksakan kehendaknya. Ketidakharmonisan keluarga Yakub mulai melampaui batas-batas kewajaran (ay. 8). Sesungguhnya, ketidakharmonisan itu sudah memasuki keadaan konflik keluarga. Mengapa dikatakan “konflik”? Karena di tengah keluarga itu sudah terjadi pertarungan untuk memperebutkan kekuasaan. Jika kita teliti, maka pihak-pihak yang berkonflik terdiri dari dua kubu. Kubu pertama yaitu kubu saudara-saudara Yusuf yang merasa sakit hati akan “standar ganda” yang diberlakukan oleh Yakub, ayah kandung mereka sendiri. Kubu kedua adalah kubu Yusuf yang mendapat “dukungan” dari Yakub, sang penguasa keluarga. Youth, itulah fakta yang sering kita hadapi sebagai manusia yang lemah dan berdosa. Bahkan di tengah-tengah keluarga sendiri kita sering kali mendengar atau melihat terjadinya pertarungan memperebutkan kekuasaan di antara anggota keluarga. Sering kali konflik itu disertai alasan yang jelas, namun tidak jarang juga konflik terjadi tanpa alasan yang masuk akal. Bahkan tidak jarang juga hal tersebut dialami oleh keluarga Kristen!
1. 2. Mengapa konflik di tengah keluarga Yakub menjadi sesuatu yang menghancurkan? Apa akibat bagi kita ketika konflik terjadi dalam hubungan persaudaraan kita? Terhindar dari segala kehancuran akibat konflik di tengah keluarga.
Pokok Doa:
Hari ke-3
KONFLIK
Kejadian
... bencilah mereka itu kepadanya dan tidak mau menyapanya dengan ramah.
37:1-11
Kata “konflik” berasal dari dua kata bahasa Latin con yang arti harfiahnya “bersama” dan fligere yang berarti “membentur”. Jika dua kata tersebut digabungkan, maka maknanya adalah “adanya (Kej. 37:4) dua pihak yang secara bersama-sama dan secara sadar saling membenturkan diri”. Dalam hal ini yang dibenturkan adalah kepentingan atau keinginan yang satu sama lain tidak dapat berjalan bersama dan dianggap mengancam pihak-pihak yang saling memaksakan kehendaknya. Ketidakharmonisan keluarga Yakub mulai melampaui batas-batas kewajaran (ay. 8). Sesungguhnya, ketidakharmonisan itu sudah memasuki keadaan konflik keluarga. Mengapa dikatakan “konflik”? Karena di tengah keluarga itu sudah terjadi pertarungan untuk memperebutkan kekuasaan. Jika kita teliti, maka pihak-pihak yang berkonflik terdiri dari dua kubu. Kubu pertama yaitu kubu saudara-saudara Yusuf yang merasa sakit hati akan “standar ganda” yang diberlakukan oleh Yakub, ayah kandung mereka sendiri. Kubu kedua adalah kubu Yusuf yang mendapat “dukungan” dari Yakub, sang penguasa keluarga. Youth, itulah fakta yang sering kita hadapi sebagai manusia yang lemah dan berdosa. Bahkan di tengah-tengah keluarga sendiri kita sering kali mendengar atau melihat terjadinya pertarungan memperebutkan kekuasaan di antara anggota keluarga. Sering kali konflik itu disertai alasan yang jelas, namun tidak jarang juga konflik terjadi tanpa alasan yang masuk akal. Bahkan tidak jarang juga hal tersebut dialami oleh keluarga Kristen!
1. 2. Mengapa konflik di tengah keluarga Yakub menjadi sesuatu yang menghancurkan? Apa akibat bagi kita ketika konflik terjadi dalam hubungan persaudaraan kita? Terhindar dari segala kehancuran akibat konflik di tengah keluarga.
Pokok Doa:
This document is © 2010 by admin - all rights reserved.
|
Media Cetak |
Media Radio |
Media Televisi |
Tentang Kami |



