
Hari ke-30
Embedded Scribd iPaper - Requires Javascript and Flash Player
Hari ke-30
PILIHAN YOSUA
Yosua 24:14-16, 21-23
“... pilihlah pada hari ini kepada siapa kamu akan beribadah .... Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN!”
Salah satu keuntungan dari tidak memilih adalah saat yang terpilih ternyata tidak seperti yang diharapkan, kita bisa mengatakan, “Saya tidak ikutan bersalah, lho, karena waktu itu saya tidak memilih (Yos. 24:15) dia.” Sebaliknya, bila pilihan orang lain memenuhi harapan, kita juga tidak bisa turut bersenang hati karena kita tidak mengambil bagian dalam proses pemilihannya. Namun, rasa tidak ingin disalahkan mungkin lebih besar daripada rasa turut bersenang hati. Akibatnya, sejumlah warga negeri ini memutuskan untuk tidak ambil bagian dan tidak memilih dalam pemilu yang lalu. “Daripada merasa bersalah karena memilih orang yang salah, lebih baik saya tunggu saja hasilnya seperti apa.” Namun sikap semacam itu bukan sikap Yosua. Sebagai pemimpin umat, pada satu pihak, dia tahu benar bahwa jika dia tidak membuat pilihan tegas, segenap Israel akan menjadi seperti “domba tanpa gembala” yang kebingungan dan akhirnya membuat pilihan yang bukan hanya menghancurkan diri mereka sendiri, melainkan menghancurkan seluruh umat. Pada pihak lain, Yosua juga sangat memahami bahwa sebuah pilihan tidak bisa dibuat atas dasar paksaan. Umat Israel harus membuat pilihan mereka sendiri dengan sadar dan rela. Itu sebabnya Yosua tegas menyatakan pilihannya, tetapi ia juga meminta ketegasan umat Israel sehubungan dengan pilihan mereka. Sebab, atas dasar pilihan tersebut, masa depan Israel akan dibangun. Youth, apakah Anda memahami bahwa memilih Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat Anda mengandung konsekuensi dan tanggung jawab tertentu dalam hidup Anda?
1. 2.
Bagaimana sikap umat Israel atas pilihan yang ditawarkan Yosua? Apa makna dan dampak “memilih Tuhan Yesus” dalam hidup Anda? Konsekuensi dan tanggung jawab setelah memilih Tuhan Yesus.
Pokok Doa:
Hari ke-30
PILIHAN YOSUA
Yosua 24:14-16, 21-23
“... pilihlah pada hari ini kepada siapa kamu akan beribadah .... Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN!”
Salah satu keuntungan dari tidak memilih adalah saat yang terpilih ternyata tidak seperti yang diharapkan, kita bisa mengatakan, “Saya tidak ikutan bersalah, lho, karena waktu itu saya tidak memilih (Yos. 24:15) dia.” Sebaliknya, bila pilihan orang lain memenuhi harapan, kita juga tidak bisa turut bersenang hati karena kita tidak mengambil bagian dalam proses pemilihannya. Namun, rasa tidak ingin disalahkan mungkin lebih besar daripada rasa turut bersenang hati. Akibatnya, sejumlah warga negeri ini memutuskan untuk tidak ambil bagian dan tidak memilih dalam pemilu yang lalu. “Daripada merasa bersalah karena memilih orang yang salah, lebih baik saya tunggu saja hasilnya seperti apa.” Namun sikap semacam itu bukan sikap Yosua. Sebagai pemimpin umat, pada satu pihak, dia tahu benar bahwa jika dia tidak membuat pilihan tegas, segenap Israel akan menjadi seperti “domba tanpa gembala” yang kebingungan dan akhirnya membuat pilihan yang bukan hanya menghancurkan diri mereka sendiri, melainkan menghancurkan seluruh umat. Pada pihak lain, Yosua juga sangat memahami bahwa sebuah pilihan tidak bisa dibuat atas dasar paksaan. Umat Israel harus membuat pilihan mereka sendiri dengan sadar dan rela. Itu sebabnya Yosua tegas menyatakan pilihannya, tetapi ia juga meminta ketegasan umat Israel sehubungan dengan pilihan mereka. Sebab, atas dasar pilihan tersebut, masa depan Israel akan dibangun. Youth, apakah Anda memahami bahwa memilih Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat Anda mengandung konsekuensi dan tanggung jawab tertentu dalam hidup Anda?
1. 2.
Bagaimana sikap umat Israel atas pilihan yang ditawarkan Yosua? Apa makna dan dampak “memilih Tuhan Yesus” dalam hidup Anda? Konsekuensi dan tanggung jawab setelah memilih Tuhan Yesus.
Pokok Doa:
This document is © 2010 by admin - all rights reserved.
|
Media Cetak |
Media Radio |
Media Televisi |
Tentang Kami |



