
Hari ke-15
Embedded Scribd iPaper - Requires Javascript and Flash Player
Hari ke-15
MENEPATI JANJI
Yosua 6:22-25
“... bawalah ke luar perempuan itu dan semua orang yang bersama-sama dengan dia, seperti yang telah kamu janjikan ....”
Sekalipun tidak kita kehendaki, melanggar janji bukannya tidak pernah kita lakukan. Mungkin karena janji tersebut terlupakan. “Wah, sorry, saya betul-betul lupa mengembalikan buku ini kepada(Yos. 6:22) mu.” Atau karena janji itu terkalahkan oleh hal lain yang kita anggap lebih penting. “Maaf banget, ya, Sayang. Bukannya saya melupakan janji menemanimu ke toko buku. Tapi tadi Mama minta diantarkan ke rumah sakit.” Mungkin Yosua dan para pengintai Israel mempunyai sederet alasan untuk melanggar atau tidak menepati janji kepada Rahab. Berkonsentrasi pada penyerangan ke Yerikho, sebagai contoh, bisa saja membuat Yosua dan anak buahnya melupakan adanya janji tersebut. Atau juga, kesibukan memimpin dan melakukan penyerangan mungkin saja menyebabkan mereka tidak sempat memperhatikan di jendela mana “tali dari benang kirmizi” itu diikatkan. Namun, nyatanya, baik Yosua maupun para pengintai Israel sama sekali tidak melupakan janji mereka. Di tengah hiruk pikuk penyerangan, Yosua menyempatkan diri untuk memerintahkan anak buahnya menepati janji yang pernah mereka buat dulu dengan Rahab (Yos. 2:17-21). Bahkan, Rahab dan keluarganya akhirnya tinggal di tengah-tengah umat Israel (Yos. 6:25) Youth, menyimak pengalaman Yosua dan anak buahnya kita diingatkan bahwa membuat dan menepati janji ternyata bukan urusan kata-kata yang dilontarkan secara sambil lalu belaka. Sebaliknya, menepati janji merupakan urusan serius yang menunjukkan kualitas sang pembuat janji tersebut.
1. 2. Siapa saja dari keluarga Rahab yang berhasil diselamatkan karena janji para pengintai? Apa saja janji yang pernah Anda buat dulu tetapi belum dipenuhi hingga saat ini? Menepati janji-janji yang belum terpenuhi.
Pokok Doa:
Hari ke-15
MENEPATI JANJI
Yosua 6:22-25
“... bawalah ke luar perempuan itu dan semua orang yang bersama-sama dengan dia, seperti yang telah kamu janjikan ....”
Sekalipun tidak kita kehendaki, melanggar janji bukannya tidak pernah kita lakukan. Mungkin karena janji tersebut terlupakan. “Wah, sorry, saya betul-betul lupa mengembalikan buku ini kepada(Yos. 6:22) mu.” Atau karena janji itu terkalahkan oleh hal lain yang kita anggap lebih penting. “Maaf banget, ya, Sayang. Bukannya saya melupakan janji menemanimu ke toko buku. Tapi tadi Mama minta diantarkan ke rumah sakit.” Mungkin Yosua dan para pengintai Israel mempunyai sederet alasan untuk melanggar atau tidak menepati janji kepada Rahab. Berkonsentrasi pada penyerangan ke Yerikho, sebagai contoh, bisa saja membuat Yosua dan anak buahnya melupakan adanya janji tersebut. Atau juga, kesibukan memimpin dan melakukan penyerangan mungkin saja menyebabkan mereka tidak sempat memperhatikan di jendela mana “tali dari benang kirmizi” itu diikatkan. Namun, nyatanya, baik Yosua maupun para pengintai Israel sama sekali tidak melupakan janji mereka. Di tengah hiruk pikuk penyerangan, Yosua menyempatkan diri untuk memerintahkan anak buahnya menepati janji yang pernah mereka buat dulu dengan Rahab (Yos. 2:17-21). Bahkan, Rahab dan keluarganya akhirnya tinggal di tengah-tengah umat Israel (Yos. 6:25) Youth, menyimak pengalaman Yosua dan anak buahnya kita diingatkan bahwa membuat dan menepati janji ternyata bukan urusan kata-kata yang dilontarkan secara sambil lalu belaka. Sebaliknya, menepati janji merupakan urusan serius yang menunjukkan kualitas sang pembuat janji tersebut.
1. 2. Siapa saja dari keluarga Rahab yang berhasil diselamatkan karena janji para pengintai? Apa saja janji yang pernah Anda buat dulu tetapi belum dipenuhi hingga saat ini? Menepati janji-janji yang belum terpenuhi.
Pokok Doa:
This document is © 2010 by admin - all rights reserved.
|
Media Cetak |
Media Radio |
Media Televisi |
Tentang Kami |



