
Hari ke-14
Embedded Scribd iPaper - Requires Javascript and Flash Player
Hari ke-14
YANG SABAR, DONG!
Yosua 6:6-16
... mereka mengelilingi kota itu sekali saja .... Dan begitulah dilakukan mereka enam hari lamanya.
Kata orang bijak, salah satu hal yang kurang dimiliki orang muda adalah kesabaran. Dengan kemampuan berpikir cepat, ditunjang fisik yang me(Yos. 6:14) mungkinkan bergerak cepat, ditambah lagi keyakinan bahwa time is money, umumnya orang muda tidak betah melihat perundingan yang berlama-lama ataupun pertimbangan yang berteletele. Semboyan mereka bahwa segala sesuatu harus diselesaikan dengan prinsip ASAP –as soon as possible—nyaris tidak bisa dibantah. Mudah kita bayangkan betapa tidak sabarnya para pemuda kita jika mereka menjadi bagian dari pasukan Israel yang dipimpin Yosua, yang selama enam hari hanya diminta mengitari kota Yerikho. Setiap hari sebanyak satu putaran. “Astaga, untuk apa kita membuang-buang waktu seperti ini?” “Mengapa kita tidak langsung saja menyerang mereka?” “Apa bedanya hari pertama atau hari ketujuh, bukankah kota ini tetap sama dari kemarin hingga hari ini?” Pasti komentar-komentar semacam itu terdengar di sana-sini. Youth, tidak semua hal bisa dilakukan as soon as possible. Untuk hal-hal tertentu Tuhan memang meminta kita mengerjakan dan menyelesaikannya sesegera mungkin. Tugas-tugas dari dosen, misalnya. Namun, untuk hal-hal lain Tuhan meminta kita bersabar, bahkan terkadang “teramat sangat bersabar banget!”, seperti saat kita memelihara serta menantikan mekarnya sekuntum bunga mawar. Sebagaimana dikatakan dalam Kitab Pengkhotbah, “Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apa pun di bawah langit ada waktunya” (Pkh. 3:1).
1. 2. Apa yang Tuhan inginkan dari pasukan Israel dengan meminta mereka mengelilingi kota Yerikho selama enam hari berturut-turut? Apa yang Tuhan inginkan Anda pelajari dengan meminta kesabaran Anda tentang sesuatu hal? Belajar bersabar.
Pokok Doa:
Hari ke-14
YANG SABAR, DONG!
Yosua 6:6-16
... mereka mengelilingi kota itu sekali saja .... Dan begitulah dilakukan mereka enam hari lamanya.
Kata orang bijak, salah satu hal yang kurang dimiliki orang muda adalah kesabaran. Dengan kemampuan berpikir cepat, ditunjang fisik yang me(Yos. 6:14) mungkinkan bergerak cepat, ditambah lagi keyakinan bahwa time is money, umumnya orang muda tidak betah melihat perundingan yang berlama-lama ataupun pertimbangan yang berteletele. Semboyan mereka bahwa segala sesuatu harus diselesaikan dengan prinsip ASAP –as soon as possible—nyaris tidak bisa dibantah. Mudah kita bayangkan betapa tidak sabarnya para pemuda kita jika mereka menjadi bagian dari pasukan Israel yang dipimpin Yosua, yang selama enam hari hanya diminta mengitari kota Yerikho. Setiap hari sebanyak satu putaran. “Astaga, untuk apa kita membuang-buang waktu seperti ini?” “Mengapa kita tidak langsung saja menyerang mereka?” “Apa bedanya hari pertama atau hari ketujuh, bukankah kota ini tetap sama dari kemarin hingga hari ini?” Pasti komentar-komentar semacam itu terdengar di sana-sini. Youth, tidak semua hal bisa dilakukan as soon as possible. Untuk hal-hal tertentu Tuhan memang meminta kita mengerjakan dan menyelesaikannya sesegera mungkin. Tugas-tugas dari dosen, misalnya. Namun, untuk hal-hal lain Tuhan meminta kita bersabar, bahkan terkadang “teramat sangat bersabar banget!”, seperti saat kita memelihara serta menantikan mekarnya sekuntum bunga mawar. Sebagaimana dikatakan dalam Kitab Pengkhotbah, “Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apa pun di bawah langit ada waktunya” (Pkh. 3:1).
1. 2. Apa yang Tuhan inginkan dari pasukan Israel dengan meminta mereka mengelilingi kota Yerikho selama enam hari berturut-turut? Apa yang Tuhan inginkan Anda pelajari dengan meminta kesabaran Anda tentang sesuatu hal? Belajar bersabar.
Pokok Doa:
This document is © 2010 by admin - all rights reserved.
|
Media Cetak |
Media Radio |
Media Televisi |
Tentang Kami |



