
Hari ke-11
Embedded Scribd iPaper - Requires Javascript and Flash Player
Hari ke-11
AMBIL JARAK
Yosua 3:1-5
“... antara kamu dan tabut itu harus ada jarak ... — maksudnya supaya kamu mengetahui jalan yang harus kamu tempuh ....”
Ketika terjadi tawuran, biasanya tidak setiap orang yang terlibat dalam tawuran tersebut sempat mempertimbangkan, apalagi memahami sepenuhnya, apa yang terjadi dan apa pula dampaknya bagi mereka. Biasanya mereka menceburkan (Yos. 3:4) diri ke dalam tawuran hanya karena kedekatan mereka dengan sang pelaku utama. Faktor kedekatan seperti ini kerap menyebabkan seseorang babak belur atau bahkan kehilangan nyawanya secara sia-sia. Untuk menyeberangi Sungai Yordan, umat Israel diminta menjaga jarak “kira-kira dua ribu hasta panjangnya” dari tabut perjanjian. Jika satu hasta dalam standar Ibrani adalah jarak dari siku ke ujung jari atau 44,45 cm, maka bisa kita bayangkan jarak yang terbentang antara umat Israel dengan para imam yang membawa tabut perjanjian tersebut. Yang menjadi alasan dan juga tujuan diperlukannya jarak sedemikian adalah agar umat Israel bisa melihat keadaan jalan yang ada di depannya, dan dengan demikian mereka mampu mengantisipasi cara-cara untuk melaluinya. Jangan lupa, jumlah umat Israel sangat besar, demikian juga beragam kondisi mereka saat itu. Youth, bukan hanya umat Israel yang perlu mengambil jarak agar bisa melihat keadaan jalan yang ada di depannya, melainkan juga kita. Saat kita terlalu dekat dengan persoalan, biasanya kita kehilangan kemampuan untuk membuat penilaian secara objektif. Akibatnya, seperti terjadi dalam kasus tawuran, kita kerap menjadi korban yang sia-sia. Jika Anda menghadapi persoalan, selalu ambil jarak dan melihat seperti apakah sesungguhnya persoalan tersebut.
1. 2. Apa risikonya jika umat Israel berjalan terlalu dekat dengan para imam yang membawa tabut perjanjian? Apa yang biasanya membuat Anda sulit menjaga jarak dari masalah Anda? Kemampuan untuk menyikapi persoalan secara objektif.
Pokok Doa:
Hari ke-11
AMBIL JARAK
Yosua 3:1-5
“... antara kamu dan tabut itu harus ada jarak ... — maksudnya supaya kamu mengetahui jalan yang harus kamu tempuh ....”
Ketika terjadi tawuran, biasanya tidak setiap orang yang terlibat dalam tawuran tersebut sempat mempertimbangkan, apalagi memahami sepenuhnya, apa yang terjadi dan apa pula dampaknya bagi mereka. Biasanya mereka menceburkan (Yos. 3:4) diri ke dalam tawuran hanya karena kedekatan mereka dengan sang pelaku utama. Faktor kedekatan seperti ini kerap menyebabkan seseorang babak belur atau bahkan kehilangan nyawanya secara sia-sia. Untuk menyeberangi Sungai Yordan, umat Israel diminta menjaga jarak “kira-kira dua ribu hasta panjangnya” dari tabut perjanjian. Jika satu hasta dalam standar Ibrani adalah jarak dari siku ke ujung jari atau 44,45 cm, maka bisa kita bayangkan jarak yang terbentang antara umat Israel dengan para imam yang membawa tabut perjanjian tersebut. Yang menjadi alasan dan juga tujuan diperlukannya jarak sedemikian adalah agar umat Israel bisa melihat keadaan jalan yang ada di depannya, dan dengan demikian mereka mampu mengantisipasi cara-cara untuk melaluinya. Jangan lupa, jumlah umat Israel sangat besar, demikian juga beragam kondisi mereka saat itu. Youth, bukan hanya umat Israel yang perlu mengambil jarak agar bisa melihat keadaan jalan yang ada di depannya, melainkan juga kita. Saat kita terlalu dekat dengan persoalan, biasanya kita kehilangan kemampuan untuk membuat penilaian secara objektif. Akibatnya, seperti terjadi dalam kasus tawuran, kita kerap menjadi korban yang sia-sia. Jika Anda menghadapi persoalan, selalu ambil jarak dan melihat seperti apakah sesungguhnya persoalan tersebut.
1. 2. Apa risikonya jika umat Israel berjalan terlalu dekat dengan para imam yang membawa tabut perjanjian? Apa yang biasanya membuat Anda sulit menjaga jarak dari masalah Anda? Kemampuan untuk menyikapi persoalan secara objektif.
Pokok Doa:
This document is © 2010 by admin - all rights reserved.
|
Media Cetak |
Media Radio |
Media Televisi |
Tentang Kami |



