
Hari ke-10
Embedded Scribd iPaper - Requires Javascript and Flash Player
Hari ke-10
AGAR TIDAK JATUH KORBAN
Yosua 2:1-5
Yosua bin Nun dengan diam-diam melepas dari Sitim dua orang pengintai ....
Dulu Yosua bersama Kaleb dan teman-teman yang lain menjadi pengintai sebelum umat Israel masuk (Yos. 2:1) ke Kanaan. Kini Yosua melakukan hal yang sama sebelum melakukan penyerangan, yaitu mengirim dua orang pengintai ke Yerikho. Yosua yakin bahwa tahap pengintaian merupakan bagian sangat penting dalam sebuah persiapan perang. Menyerang tanpa persiapan adalah sebuah tindakan yang tidak bertanggung jawab sebab tindakan tersebut hanya akan mengakibatkan korban-korban yang sebetulnya tidak perlu terjadi. Memang benar bahwa memenangkan pertempuran adalah target dalam sebuah peperangan. Namun, sekadar memenangkan pertempuran tampaknya bukan segala-galanya bagi Yosua. Ia peduli terhadap korban-korban yang pasti akan berjatuhan. Sekalipun jatuh korban dalam perang adalah hal yang bisa diterima, ia tidak menginginkan korban yang jatuh akibat tindakan ceroboh – apalagi – yang dilakukan oleh seorang pemimpin. Sikap Yosua menarik untuk dicermati. Dalam rangka mencapai tujuan, kita kerap mengabaikan kemungkinan pihak-pihak yang tanpa sengaja terkorbankan. Misalnya saja, keluarga kita yang tidak mendapat waktu atau kesempatan untuk bercanda dan bergaul dengan kita karena kesibukan kita mengejar prestasi tanpa mengenal pembagian waktu. Jadi, Youth, sekalipun Anda tengah berkonsentrasi untuk meraih sesuatu yang Anda anggap sangat penting dalam hidup ini, tetap pertimbangkan dan perhatikan mereka yang bisa tanpa sengaja Anda jadikan korban. Setuju?
1. 2. Apa yang dipersiapkan Yosua untuk meminimalkan korban yang berjatuhan pada saat peperangan terjadi? Apa yang akan Anda lakukan untuk meminimalkan kemungkinan jatuhnya korban dalam upaya Anda meraih target atau cita-cita? Meraih cita-cita tanpa korban.
Pokok Doa:
Hari ke-10
AGAR TIDAK JATUH KORBAN
Yosua 2:1-5
Yosua bin Nun dengan diam-diam melepas dari Sitim dua orang pengintai ....
Dulu Yosua bersama Kaleb dan teman-teman yang lain menjadi pengintai sebelum umat Israel masuk (Yos. 2:1) ke Kanaan. Kini Yosua melakukan hal yang sama sebelum melakukan penyerangan, yaitu mengirim dua orang pengintai ke Yerikho. Yosua yakin bahwa tahap pengintaian merupakan bagian sangat penting dalam sebuah persiapan perang. Menyerang tanpa persiapan adalah sebuah tindakan yang tidak bertanggung jawab sebab tindakan tersebut hanya akan mengakibatkan korban-korban yang sebetulnya tidak perlu terjadi. Memang benar bahwa memenangkan pertempuran adalah target dalam sebuah peperangan. Namun, sekadar memenangkan pertempuran tampaknya bukan segala-galanya bagi Yosua. Ia peduli terhadap korban-korban yang pasti akan berjatuhan. Sekalipun jatuh korban dalam perang adalah hal yang bisa diterima, ia tidak menginginkan korban yang jatuh akibat tindakan ceroboh – apalagi – yang dilakukan oleh seorang pemimpin. Sikap Yosua menarik untuk dicermati. Dalam rangka mencapai tujuan, kita kerap mengabaikan kemungkinan pihak-pihak yang tanpa sengaja terkorbankan. Misalnya saja, keluarga kita yang tidak mendapat waktu atau kesempatan untuk bercanda dan bergaul dengan kita karena kesibukan kita mengejar prestasi tanpa mengenal pembagian waktu. Jadi, Youth, sekalipun Anda tengah berkonsentrasi untuk meraih sesuatu yang Anda anggap sangat penting dalam hidup ini, tetap pertimbangkan dan perhatikan mereka yang bisa tanpa sengaja Anda jadikan korban. Setuju?
1. 2. Apa yang dipersiapkan Yosua untuk meminimalkan korban yang berjatuhan pada saat peperangan terjadi? Apa yang akan Anda lakukan untuk meminimalkan kemungkinan jatuhnya korban dalam upaya Anda meraih target atau cita-cita? Meraih cita-cita tanpa korban.
Pokok Doa:
This document is © 2010 by admin - all rights reserved.
|
Media Cetak |
Media Radio |
Media Televisi |
Tentang Kami |



