
Hari ke-4
Embedded Scribd iPaper - Requires Javascript and Flash Player
Hari ke-4
ORANG LAIN
Keluaran 24:12-15
“... bukankah Harun dan Hur ada bersama-sama dengan kamu, siapa yang ada perkaranya datanglah kepada mereka.”
Alkisah seorang muda yang penuh semangat berdoa, “Tuhan yang Mahabaik, anugerahilah aku lebih dari 24 jam dalam satu hari sehingga aku bisa menyelesaikan tugas-tugasku.” Tercengang mendengar permintaan yang tidak biasa tersebut, (Kel. 24:14) Tuhan bermurah hati mengabulkannya. Pada awalnya permohonan orang muda itu kelihatannya berakibat positif. Dengan bertambahnya waktu yang dimilikinya, ia betul-betul bisa menyelesaikan lebih banyak tugas-tugasnya. Hebatnya, dengan segala alat bantu yang tersedia, semua tugas tersebut bisa dikerjakannya tanpa bantuan orang lain! Namun, tunggu dulu, tampaknya orang muda yang penuh semangat ini melupakan satu hal. Ia lupa bahwa sekalipun memiliki waktu lebih dari 24 jam sehari, tenaga dan kekuatannya tetap ada batasnya. Tentu saja akhirnya ia sangat kelelahan! Orang muda ini akhirnya menyadari kekeliruannya. Bukan semata soal waktu lebih dari 24 jam yang dibutuhkannya, melainkan bagaimana ia mengelola waktu yang ada, dan juga bagaimana ia melibatkan orang lain dalam tugas-tugasnya. Tuhan memang tidak menciptakan manusia untuk melakukan segala sesuatu sendiri. Sebaliknya, Tuhan memang menghadirkan orang lain untuk saling bahu-membahu dengan kita dalam menggarap tugastugas yang ada. Pelajaran yang sama diperoleh Yosua saat ia menyertai Musa ke Gunung Sinai. Sekalipun tampak piawai dan serba bisa dalam menyelesaikan segala masalah dan persoalan sendiri, Musa ternyata tidak segan-segan meminta Harun dan Hur untuk membantunya. Nah, Youth, sejauh manakah Anda memaknai kehadiran orang lain di sekitar Anda?
1. 2. Menurut Anda, bagaimanakah hubungan Musa dan Yosua, sang abdi? Dalam skala 1-10, seberapa besar (atau kecil) Anda biasanya memaknai kehadiran orang lain di sekitar Anda? Orang-orang di sekitar kita.
Pokok Doa:
Hari ke-4
ORANG LAIN
Keluaran 24:12-15
“... bukankah Harun dan Hur ada bersama-sama dengan kamu, siapa yang ada perkaranya datanglah kepada mereka.”
Alkisah seorang muda yang penuh semangat berdoa, “Tuhan yang Mahabaik, anugerahilah aku lebih dari 24 jam dalam satu hari sehingga aku bisa menyelesaikan tugas-tugasku.” Tercengang mendengar permintaan yang tidak biasa tersebut, (Kel. 24:14) Tuhan bermurah hati mengabulkannya. Pada awalnya permohonan orang muda itu kelihatannya berakibat positif. Dengan bertambahnya waktu yang dimilikinya, ia betul-betul bisa menyelesaikan lebih banyak tugas-tugasnya. Hebatnya, dengan segala alat bantu yang tersedia, semua tugas tersebut bisa dikerjakannya tanpa bantuan orang lain! Namun, tunggu dulu, tampaknya orang muda yang penuh semangat ini melupakan satu hal. Ia lupa bahwa sekalipun memiliki waktu lebih dari 24 jam sehari, tenaga dan kekuatannya tetap ada batasnya. Tentu saja akhirnya ia sangat kelelahan! Orang muda ini akhirnya menyadari kekeliruannya. Bukan semata soal waktu lebih dari 24 jam yang dibutuhkannya, melainkan bagaimana ia mengelola waktu yang ada, dan juga bagaimana ia melibatkan orang lain dalam tugas-tugasnya. Tuhan memang tidak menciptakan manusia untuk melakukan segala sesuatu sendiri. Sebaliknya, Tuhan memang menghadirkan orang lain untuk saling bahu-membahu dengan kita dalam menggarap tugastugas yang ada. Pelajaran yang sama diperoleh Yosua saat ia menyertai Musa ke Gunung Sinai. Sekalipun tampak piawai dan serba bisa dalam menyelesaikan segala masalah dan persoalan sendiri, Musa ternyata tidak segan-segan meminta Harun dan Hur untuk membantunya. Nah, Youth, sejauh manakah Anda memaknai kehadiran orang lain di sekitar Anda?
1. 2. Menurut Anda, bagaimanakah hubungan Musa dan Yosua, sang abdi? Dalam skala 1-10, seberapa besar (atau kecil) Anda biasanya memaknai kehadiran orang lain di sekitar Anda? Orang-orang di sekitar kita.
Pokok Doa:
This document is © 2010 by admin - all rights reserved.
|
Media Cetak |
Media Radio |
Media Televisi |
Tentang Kami |



