
Hari ke-3
Embedded Scribd iPaper - Requires Javascript and Flash Player
Hari ke-3
Andai teman Anda adalah seorang pianis yang pandai memainkan nada-nada merdu dengan dentingan pianonya. Usul Anda agar ia men(Kel. 17:9) dekorasi ruang kebaktian di hari Natal mungkin terdengar sebagai sebuah usul yang menarik. Namun, hati-hati, bisa jadi bukan saja dekorasi Natal yang Anda kehendaki tidak terwujud, tetapi juga Anda akan menemukan ekspresi sebal dari teman tersebut. “Sudah tahu saya ini pianis, kok, malah diminta mendekorasi ruang kebaktian. Sengaja mau ngerjain saya, ya?” Keoptimalan pengerjaan dan penyelesaian sebuah tugas memang disebabkan oleh berbagai faktor. Antara lain adalah soal how to put the right man on the right place. Dalam kasus di atas, misalnya, bukan karena sang teman tersebut tidak ingin mengerjakan tugasnya dengan sebaik-baiknya, melainkan karena urusan mendekorasi ruangan memang bukanlah bidangnya. Yosua tampaknya dipandang Musa sebagai seseorang yang cukup mengenali potensi dan kompetensi teman-teman sebangsanya. Itu sebabnya saat bersiap-siap menghadapi perang melawan orang Amalek, Musa meminta kepada Yosua untuk memilih dan menentukan anggota pasukan yang tepat sehingga perang tersebut dapat dimenangkan. Ternyata pengamatan Musa tentang Yosua tidaklah keliru! Youth, dalam rangka menunaikan tugas yang dipercayakan kepada kita dengan sebaik-baiknya, apakah kita cukup mengenali potensi dan kompetensi orang-orang di sekitar kita, terutama yang hendak kita ajak untuk bekerja sama? Apakah kita juga mengenali potensi dan kompetensi diri kita sendiri?
1. 2. Tepatkah pilihan Yosua atas pasukannya dalam melawan orang Amalek? Apa saja yang perlu Anda lakukan agar “orang yang tepat” mengerjakan “tugas yang tepat pula baginya”? Teman-teman sekuliah, sekerja, dan sepelayanan.
Musa berkata kepada Yosua: “Pilihlah orang-orang bagi kita, lalu keluarlah berperang melawan orang Amalek ....”
THE RIGHT MAN ON THE RIGHT PLACE
Keluaran 17: 8-16
Pokok Doa:
Hari ke-3
Andai teman Anda adalah seorang pianis yang pandai memainkan nada-nada merdu dengan dentingan pianonya. Usul Anda agar ia men(Kel. 17:9) dekorasi ruang kebaktian di hari Natal mungkin terdengar sebagai sebuah usul yang menarik. Namun, hati-hati, bisa jadi bukan saja dekorasi Natal yang Anda kehendaki tidak terwujud, tetapi juga Anda akan menemukan ekspresi sebal dari teman tersebut. “Sudah tahu saya ini pianis, kok, malah diminta mendekorasi ruang kebaktian. Sengaja mau ngerjain saya, ya?” Keoptimalan pengerjaan dan penyelesaian sebuah tugas memang disebabkan oleh berbagai faktor. Antara lain adalah soal how to put the right man on the right place. Dalam kasus di atas, misalnya, bukan karena sang teman tersebut tidak ingin mengerjakan tugasnya dengan sebaik-baiknya, melainkan karena urusan mendekorasi ruangan memang bukanlah bidangnya. Yosua tampaknya dipandang Musa sebagai seseorang yang cukup mengenali potensi dan kompetensi teman-teman sebangsanya. Itu sebabnya saat bersiap-siap menghadapi perang melawan orang Amalek, Musa meminta kepada Yosua untuk memilih dan menentukan anggota pasukan yang tepat sehingga perang tersebut dapat dimenangkan. Ternyata pengamatan Musa tentang Yosua tidaklah keliru! Youth, dalam rangka menunaikan tugas yang dipercayakan kepada kita dengan sebaik-baiknya, apakah kita cukup mengenali potensi dan kompetensi orang-orang di sekitar kita, terutama yang hendak kita ajak untuk bekerja sama? Apakah kita juga mengenali potensi dan kompetensi diri kita sendiri?
1. 2. Tepatkah pilihan Yosua atas pasukannya dalam melawan orang Amalek? Apa saja yang perlu Anda lakukan agar “orang yang tepat” mengerjakan “tugas yang tepat pula baginya”? Teman-teman sekuliah, sekerja, dan sepelayanan.
Musa berkata kepada Yosua: “Pilihlah orang-orang bagi kita, lalu keluarlah berperang melawan orang Amalek ....”
THE RIGHT MAN ON THE RIGHT PLACE
Keluaran 17: 8-16
Pokok Doa:
This document is © 2010 by admin - all rights reserved.
|
Media Cetak |
Media Radio |
Media Televisi |
Tentang Kami |



