
Hari ke-2
Embedded Scribd iPaper - Requires Javascript and Flash Player
Hari ke-2
DARE TO BE DIFFERENT
Bilangan 14:1-10
Lalu segenap umat itu mengancam hendak melontari kedua orang itu dengan batu.
Cantik itu relatif alias berbeda-beda menurut setiap orang. Namun, jika lebih dari setengah warga dunia menyebut Lady Diana sebagai perempuan (Bil. 14:10) yang cantik, maka kemungkinan besar warga dunia yang tersisa akan ragu-ragu untuk mengatakan Lady Diana tidak cantik. Pendapat orang banyak kerap terdengar meyakinkan. Kadang kita bahkan menganggapnya sebagai kebenaran yang sesungguhnya. Akibatnya, kerap kita tidak berani memberi pernyataan yang berbeda dari “kebenaran” versi mayoritas tersebut. Padahal, misalnya, berdasarkan kisah penderitaan Tuhan Yesus, kita tahu benar betapa pendapat orang banyak yang berseru dan berteriak “Salibkan Dia, Salibkan Dia!” ternyata keliru. Pandangan umum yang berlaku dalam masyarakat adalah bahwa mayoritas selalu benar. Maka kita bisa membayangkan betapa besarnya risiko yang diambil Yosua dan Kaleb saat mereka menyampaikan berita yang sama sekali berbeda dari teman-teman sesama pengintai Tanah Kanaan. Bacaan kita mengisahkan betapa “... segenap umat itu mengancam hendak melontari kedua orang itu dengan batu” gara-gara perbedaan berita tersebut! Tentu saja pengalaman Yosua dan Kaleb di atas juga tidak berarti bahwa pendapat orang banyak selalu keliru. Baik mayoritas maupun minoritas samasama bisa melakukan kekeliruan dan kesalahan. Justru karena itu, perbedaan sesungguhnya kita perlukan untuk bisa mengenali kebenaran yang sesungguhnya. So, Youth, do you dare to be different?
1. 2. Apa yang menjadi dasar Yosua dan Kaleb berani menyatakan pendapat yang berbeda? Apa yang bisa Anda lakukan sehingga perbedaan tidak lagi dipandang sebagai “ancaman” bagi kekompakan dan keakraban? Mengelola perbedaan di antara kita.
Pokok Doa:
Hari ke-2
DARE TO BE DIFFERENT
Bilangan 14:1-10
Lalu segenap umat itu mengancam hendak melontari kedua orang itu dengan batu.
Cantik itu relatif alias berbeda-beda menurut setiap orang. Namun, jika lebih dari setengah warga dunia menyebut Lady Diana sebagai perempuan (Bil. 14:10) yang cantik, maka kemungkinan besar warga dunia yang tersisa akan ragu-ragu untuk mengatakan Lady Diana tidak cantik. Pendapat orang banyak kerap terdengar meyakinkan. Kadang kita bahkan menganggapnya sebagai kebenaran yang sesungguhnya. Akibatnya, kerap kita tidak berani memberi pernyataan yang berbeda dari “kebenaran” versi mayoritas tersebut. Padahal, misalnya, berdasarkan kisah penderitaan Tuhan Yesus, kita tahu benar betapa pendapat orang banyak yang berseru dan berteriak “Salibkan Dia, Salibkan Dia!” ternyata keliru. Pandangan umum yang berlaku dalam masyarakat adalah bahwa mayoritas selalu benar. Maka kita bisa membayangkan betapa besarnya risiko yang diambil Yosua dan Kaleb saat mereka menyampaikan berita yang sama sekali berbeda dari teman-teman sesama pengintai Tanah Kanaan. Bacaan kita mengisahkan betapa “... segenap umat itu mengancam hendak melontari kedua orang itu dengan batu” gara-gara perbedaan berita tersebut! Tentu saja pengalaman Yosua dan Kaleb di atas juga tidak berarti bahwa pendapat orang banyak selalu keliru. Baik mayoritas maupun minoritas samasama bisa melakukan kekeliruan dan kesalahan. Justru karena itu, perbedaan sesungguhnya kita perlukan untuk bisa mengenali kebenaran yang sesungguhnya. So, Youth, do you dare to be different?
1. 2. Apa yang menjadi dasar Yosua dan Kaleb berani menyatakan pendapat yang berbeda? Apa yang bisa Anda lakukan sehingga perbedaan tidak lagi dipandang sebagai “ancaman” bagi kekompakan dan keakraban? Mengelola perbedaan di antara kita.
Pokok Doa:
This document is © 2010 by admin - all rights reserved.
|
Media Cetak |
Media Radio |
Media Televisi |
Tentang Kami |



