Cover Media Cetak

young listener

young listener

30 September 2010

Embedded Scribd iPaper - Requires Javascript and Flash Player
Kamis, 30 September 2010
HIDUP DALAM PERTOBATAN Roma 12:1-2
Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu .... (Rm. 12:2)
Jika seseorang menjadikan Kristus sebagai pusat hidup, maka ia akan bersedia dituntun oleh Kristus, bukan saja dalam hidup bergereja, tetapi juga dalam kehidupan pribadi sehari-hari. Orang Kristen sering mengatakan begini. “Zaman ini zaman edan. Kalau tidak ikut-ikutan, kita tidak akan kebagian. Di tengah budaya korupsi, kalau tidak mau ikut ikutan atau membiarkannya, maka kita tidak akan mampu bertahan.” Orang Kristen seperti ini hanya menjadikan Tuhan di dalam hidup bergerejanya, tetapi tidak di dalam hidup bekerjanya sehari-hari. Terhadap mereka yang pesimis dan kompromis, Tuhan berkata: “Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini ...”. Bagaimana caranya? Dengan bertobat, dengan mengubah pikiran kita. Mengubah pikiran dari yang berpusat pada diri sendiri dan standar-standar dunia yang tercemar dosa, menjadi pikiran yang berpusat pada Allah. Pikiran yang berpusat pada Allah inilah yang dimaksud Paulus sebagai sesuatu yang baik dan sempurna (Rm. 12:1-2). Dengan kata lain, hidup yang berpusat pada Kristus adalah hidup dalam pertobatan. Hidup yang demikian adalah hidup yang terus menjadi. Kita dalam proses menuju kondisi yang lebih baik dari hari ke hari. Jika terjadi, kita akan sungguh menyadari bahwa hidup yang berpusat Kristus adalah hidup yang sungguh baik dan sempurna, hidup yang mendatangkan damai sejahtera.
REFLEKSI: Pertobatan adalah sikap hidup yang berpusat pada Kristus.
Mzm. 105:1-22; Hos. 5:8-6:6; Kis. 21:27-36; Luk. 6:1-11
This document is © 2010 by admin - all rights reserved.