Cover Media Cetak

young listener

young listener

30 Agustus 2010

Embedded Scribd iPaper - Requires Javascript and Flash Player
Senin, 30 Agustus 2010
BEBAS MENERIMA KEHENDAK ALLAH Matius 26:36-46
“Ya Bapa-Ku, jikalau kiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki.” (Mat. 26:39)
Setiap orang beriman pasti pernah bergumul dalam doa. Jika kita sakit kronis, kita berdoa untuk penyembuhan. Jika kita mendadak kehilangan pekerjaan atau seorang kekasih, kita berdoa mohon pertolongan, kekuatan, dan penghiburan. Namun, kita pun mempersoalkan kehendak Allah dan pada dasarnya iman kita sedang tergoyah atau dipertaruhkan. Hari ini kita belajar dari pergumulan doa Tuhan Yesus yang paling berat dalam pelayanan-Nya. Dari ungkapan-ungkapan-Nya terasa sekali kemanusiaan-Nya, seperti: “Hati-Ku sangat sedih, seperti mau mati rasanya”, “... jika sekiranya mungkin, biarkanlah cawan ini lalu dari pada-Ku”, dan di Lukas 22:44 diceritakan kedahsyatan-Nya sampai “peluh-Nya menjadi seperti titik-titik darah yang bertetesan ...”. Sebagai manusia Yesus mengetuk hati Allah untuk dilepaskan dari penderitaan yang tidak manusiawi itu. Namun, akhirnya kasih-Nya memberi-Nya kekuatan untuk menerima realitas penderitaan-Nya. “Jadilah kehendak-Mu!” Oleh karena itu, kita pun hendaknya menerima realitas kedaulatan Allah dan rencana-Nya yang baik untuk kita dan juga bahwa kita aman dalam kehendak-Nya. Akhirnya, kita dapat mengukuhkan diri sebagai anak-Nya dan dengan yakin berserah: “Jadilah kehendak-Mu!” Maka apa pun yang sedang kita alami tidak akan menggoyahkan kasih-Nya (Rm. 8:38, 39).
DOA: Bapa, kasihanilah kami bila kami meragukan kasih-Mu. Amin.
Mzm. 25; Ayb. 12:1-6, 13-25; Kis. 11:19-30; Yoh. 8:21-32
This document is © 2010 by admin - all rights reserved.