
30 Juli 2010
Embedded Scribd iPaper - Requires Javascript and Flash Player
Jumat, 30 Juli 2010
DIRHAM YANG HILANG Lukas 15:8-10
“Atau perempuan manakah yang mempunyai sepuluh dirham, dan jika ia kehilangan satu di antaranya ...?” (Luk. 15:8)
Pengantin perempuan Yahudi kuno biasanya memiliki benda kenangan dari suaminya ketika ia dipersunting menjadi istri. Benda kenangan itu misalnya koin-koin uang perak yang biasa disebut dirham. Koin-koin perak itu dirangkai menjadi sebuah untaian perhiasan. Jadi, meskipun benda itu uang, namun fungsinya sudah menjadi perhiasan dan menjadi tanda kasih sang suami. Setiap perempuan dengan bangga memakainya sebagai tanda bahwa ia telah dipersunting oleh suami yang dikasihinya sekaligus sebagai tanda kesetiaannya. Setiap istri yang setia bangga dengan tanda itu dan akan memeliharanya dengan baik. Bagaimana kalau ia kehilangan salah satu dari koinnya? Ia akan menjadi amat gelisah karena ia bisa dianggap ceroboh dan tidak setia. Ia akan berusaha sekuat tenaga agar koin yang mempunyai makna amat menentukan hubungan kesetiaannya itu ditemukan. Orang percaya adalah pengantin perempuan yang telah dipersunting oleh Yesus. Kita memegang tanda tanda mempelai milik Yesus. Kadang-kadang sebagai mempelai perempuan, kita kehilangan beberapa tanda kemuridan kita. Untaian dirham yang diberikan Yesus sebagian hilang. Kita menjadi murid Yesus yang tidak dapat mengasihi atau tidak bisa mengampuni. Kristen, tetapi tidak punya kesabaran. Kristen, tetapi kehilangan sukacita hidup. Kristen, tetapi tidak berpengharapan. Telitilah, apakah dirham-dirham tanda kesetiaan kita sebagai murid Yesus masih utuh. Kalau ternyata tidak, cepatlah cari sampai menemukannya.
REFLEKSI: Menjaga “dirham” yang dipercayakan kepada kita.
Mzm. 69; Hak. 5:1-18; Kis. 2:1-21; Mat. 28:1-10
Jumat, 30 Juli 2010
DIRHAM YANG HILANG Lukas 15:8-10
“Atau perempuan manakah yang mempunyai sepuluh dirham, dan jika ia kehilangan satu di antaranya ...?” (Luk. 15:8)
Pengantin perempuan Yahudi kuno biasanya memiliki benda kenangan dari suaminya ketika ia dipersunting menjadi istri. Benda kenangan itu misalnya koin-koin uang perak yang biasa disebut dirham. Koin-koin perak itu dirangkai menjadi sebuah untaian perhiasan. Jadi, meskipun benda itu uang, namun fungsinya sudah menjadi perhiasan dan menjadi tanda kasih sang suami. Setiap perempuan dengan bangga memakainya sebagai tanda bahwa ia telah dipersunting oleh suami yang dikasihinya sekaligus sebagai tanda kesetiaannya. Setiap istri yang setia bangga dengan tanda itu dan akan memeliharanya dengan baik. Bagaimana kalau ia kehilangan salah satu dari koinnya? Ia akan menjadi amat gelisah karena ia bisa dianggap ceroboh dan tidak setia. Ia akan berusaha sekuat tenaga agar koin yang mempunyai makna amat menentukan hubungan kesetiaannya itu ditemukan. Orang percaya adalah pengantin perempuan yang telah dipersunting oleh Yesus. Kita memegang tanda tanda mempelai milik Yesus. Kadang-kadang sebagai mempelai perempuan, kita kehilangan beberapa tanda kemuridan kita. Untaian dirham yang diberikan Yesus sebagian hilang. Kita menjadi murid Yesus yang tidak dapat mengasihi atau tidak bisa mengampuni. Kristen, tetapi tidak punya kesabaran. Kristen, tetapi kehilangan sukacita hidup. Kristen, tetapi tidak berpengharapan. Telitilah, apakah dirham-dirham tanda kesetiaan kita sebagai murid Yesus masih utuh. Kalau ternyata tidak, cepatlah cari sampai menemukannya.
REFLEKSI: Menjaga “dirham” yang dipercayakan kepada kita.
Mzm. 69; Hak. 5:1-18; Kis. 2:1-21; Mat. 28:1-10
This document is © 2010 by admin - all rights reserved.
|
Media Cetak |
Media Radio |
Media Televisi |
Tentang Kami |



