Cover Media Cetak

young listener

young listener

12 Juli 2010

Embedded Scribd iPaper - Requires Javascript and Flash Player
Senin, 12 Juli 2010
MEMILIKI RASA KEADILAN Mazmur 11:1-7
Kasih itu ... tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran. (1Kor. 13:6)
Seorang filsuf Inggris yang terkenal, John Locke, pernah memperingatkan masyarakat: ketika hukum berakhir, tirani dimulai. Peringatan ini penting untuk diperhatikan karena ketika masyarakat tidak lagi menghormati hukum, maka mulailah era di mana orang cenderung menggunakan kekuasaan sebagai cara menyelesaikan persoalan dalam kehidupan bersama. Ketika masyarakat tidak lagi memiliki kepercayaan kepada lembaga yang dibentuk untuk menegakkan hukum dan keadilan, ketika para penegak hukum justru menjadi pelanggar hukum, ketika hukum dapat ditekak-tekuk dan dibeli, maka masyarakat cenderung menjadi hakim sendiri-sendiri. Terjadilah street justice ‘hukum jalanan’ atau main hakim sendiri. Orang yang memiliki rasa keadilan sadar bahwa suatu hari nanti tiap orang akan berdiri di depan Hakim yang baik dan bijaksana, dan kita akan dihakimi menurut Keadilan dan bukan sekadar menurut bunyi pasal-pasal hukum. Sebaik apa pun bunyi pasalpasal dalam hukum yang tertulis, manusia yang menjalankan hukum tetap perlu memiliki ketulusan dan rasa keadilan. Jiwa hukum adalah keadilan, dan apa yang sekadar “berdasarkan hukum” dalam praktik tidak otomatis sama dengan adil. Ketulusan untuk memberlakukan keadilan menjadi salah satu tanda apakah seorang sungguh takut akan Tuhan atau tidak. Anak-anak Tuhan lebih takut kepada Tuhan daripada kepada manusia. Takut bersikap tidak adil ketimbang sekadar “tidak melanggar hukum”.
REFLEKSI: Anak Tuhan takut bersikap tidak adil.
Mzm. 25; Yos. 2:1-14; Rm. 11:1-12; Mat. 25:1-13
This document is © 2010 by admin - all rights reserved.