
7 Juli 2010
Embedded Scribd iPaper - Requires Javascript and Flash Player
Rabu, 7 Juli 2010
CEMBURU DAN IRI HATI 1 Korintus 13:4
Kasih itu ... tidak cemburu .... (1Kor. 13:4)
“Bu, apa sih resepnya, kok keluarga ibu kelihatan bahagia dan rukun? Kok suami ibu begitu sayang?” tanya seorang istri yang punya masalah keluarga kepada temannya. “Ah, gampang kok bu, rajinrajin aja minum jamu cabe puyeng ditambah kunyit asam”. Sudah dua bulan si ibu yang merasa keluarganya kurang bahagia itu minum jamu cabe puyeng ditambah kunyit asam, tetapi keluarganya tambah berantakan, kepalanya pusing, dan sakit maagnya kambuh. Begitulah kalau orang cenderung hanya melihat keberhasilan orang lain dan tidak paham benar persoalan yang dihadapi diri sendiri. Peribahasa orang Inggris mengatakan: “Rumput di halaman tetangga tampaknya lebih hijau”. Peribahasa ini memperingatkan orang agar jangan selalu memandang orang lain dengan pandangan iri hati. Jangan sirik bila melihat orang lain berhasil. Penyakit sirik dan cemburu adalah salah satu gejala masyarakat kita. Banyak orang resah dan menderita karena melihat orang lain tampak lebih berhasil. Mari kita benahi dan dandani “halaman rumah” kita dan bahkan “yang ada di dalamnya” dengan mendasar. Jangan hanya panik, iri, dan getir ketika melihat rumput tetangga di seberang pagar tampaknya lebih hijau. Paulus mengajarkan bahwa kasih itu bahagia melihat orang lain bahagia, bukan sirik dan iri hati. Kasih itu tidak cemburu. Kita justru terpanggil untuk membangun dan mengupayakan kebaikan orang lain, bukan sakit hati dan resah ketika mereka bahagia.
REFLEKSI: Jangan bahagia melihat orang lain susah atau susah melihat orang lain bahagia.
Mzm. 119:1-24; Ul. 1:1-18; Rm. 9:1-18; Mat. 23:27-39
Rabu, 7 Juli 2010
CEMBURU DAN IRI HATI 1 Korintus 13:4
Kasih itu ... tidak cemburu .... (1Kor. 13:4)
“Bu, apa sih resepnya, kok keluarga ibu kelihatan bahagia dan rukun? Kok suami ibu begitu sayang?” tanya seorang istri yang punya masalah keluarga kepada temannya. “Ah, gampang kok bu, rajinrajin aja minum jamu cabe puyeng ditambah kunyit asam”. Sudah dua bulan si ibu yang merasa keluarganya kurang bahagia itu minum jamu cabe puyeng ditambah kunyit asam, tetapi keluarganya tambah berantakan, kepalanya pusing, dan sakit maagnya kambuh. Begitulah kalau orang cenderung hanya melihat keberhasilan orang lain dan tidak paham benar persoalan yang dihadapi diri sendiri. Peribahasa orang Inggris mengatakan: “Rumput di halaman tetangga tampaknya lebih hijau”. Peribahasa ini memperingatkan orang agar jangan selalu memandang orang lain dengan pandangan iri hati. Jangan sirik bila melihat orang lain berhasil. Penyakit sirik dan cemburu adalah salah satu gejala masyarakat kita. Banyak orang resah dan menderita karena melihat orang lain tampak lebih berhasil. Mari kita benahi dan dandani “halaman rumah” kita dan bahkan “yang ada di dalamnya” dengan mendasar. Jangan hanya panik, iri, dan getir ketika melihat rumput tetangga di seberang pagar tampaknya lebih hijau. Paulus mengajarkan bahwa kasih itu bahagia melihat orang lain bahagia, bukan sirik dan iri hati. Kasih itu tidak cemburu. Kita justru terpanggil untuk membangun dan mengupayakan kebaikan orang lain, bukan sakit hati dan resah ketika mereka bahagia.
REFLEKSI: Jangan bahagia melihat orang lain susah atau susah melihat orang lain bahagia.
Mzm. 119:1-24; Ul. 1:1-18; Rm. 9:1-18; Mat. 23:27-39
This document is © 2010 by admin - all rights reserved.
|
Media Cetak |
Media Radio |
Media Televisi |
Tentang Kami |



