
6 Juli 2010
Embedded Scribd iPaper - Requires Javascript and Flash Player
Selasa, 6 Juli 2010
KEMURAHAN HATI 2 Korintus 6:1–10
... kasih itu murah hati .... (1Kor. 13:4)
Masyarakat suku Eskimo memiliki hubungan sangat erat. Ketika seorang Eskimo memberikan sesuatu kepada seseorang dalam kelompok sukunya, pemberian itu tidak dianggap sebagai pemberian, melainkan sebuah kewajiban. Jadi, ketika seorang Eskimo memberi sepotong daging anjing laut kepada sesama anggota, pemberian itu sudah dianggap sebagai suatu hak dalam kebersamaan sehingga tidak perlu lagi ucapan terima kasih. Suatu hari seorang misionaris yang bersahabat dengan seorang Eskimo mendapat sepotong daging dari sahabatnya itu. Namun ia membuat “kesalahan” karena ia mengucapkan terima kasih. Sabahat Eskimo itu menegurnya, “Engkau tidak usah berterima kasih atas daging itu. Itu adalah hakmu! Itu milikmu! Engkau berhak untuk memperoleh sebagian, seperti orang lain juga. Kami tidak ingin ‘memberi’ supaya kami tidak menganggap orang lain rendah. Kami ingin menyerahkan sesuatu kepada orang lain sebagai bagian yang menjadi haknya sehingga baik pemberi maupun penerima sama-sama terhormat.” Orang Kristen diajar untuk memiliki kemurahan hati sebagai wujud nyata dari kasih. Paulus mengajar jemaat Korintus agar mereka mewujudkan kasih itu dengan kemurahan hati. Tanpa itu kasih menjadi tidak berarti. Bagaimana masyarakat kita sekarang? “Ah, sembunyikan! Jangan sampai orang lain tahu! Kalau mereka tahu, mereka pasti akan minta. Kalau tidak boleh, mereka akan mencuri atau merampoknya!”
REFLEKSI: Mengharapkan balasan bukanlah tindakan kasih, karena pedagang pun berlaku demikian.
Mzm. 5, 6; Bil. 35:1-3, 9-15, 30-34; Rm. 8:31-39; Mat. 23:13-26
Selasa, 6 Juli 2010
KEMURAHAN HATI 2 Korintus 6:1–10
... kasih itu murah hati .... (1Kor. 13:4)
Masyarakat suku Eskimo memiliki hubungan sangat erat. Ketika seorang Eskimo memberikan sesuatu kepada seseorang dalam kelompok sukunya, pemberian itu tidak dianggap sebagai pemberian, melainkan sebuah kewajiban. Jadi, ketika seorang Eskimo memberi sepotong daging anjing laut kepada sesama anggota, pemberian itu sudah dianggap sebagai suatu hak dalam kebersamaan sehingga tidak perlu lagi ucapan terima kasih. Suatu hari seorang misionaris yang bersahabat dengan seorang Eskimo mendapat sepotong daging dari sahabatnya itu. Namun ia membuat “kesalahan” karena ia mengucapkan terima kasih. Sabahat Eskimo itu menegurnya, “Engkau tidak usah berterima kasih atas daging itu. Itu adalah hakmu! Itu milikmu! Engkau berhak untuk memperoleh sebagian, seperti orang lain juga. Kami tidak ingin ‘memberi’ supaya kami tidak menganggap orang lain rendah. Kami ingin menyerahkan sesuatu kepada orang lain sebagai bagian yang menjadi haknya sehingga baik pemberi maupun penerima sama-sama terhormat.” Orang Kristen diajar untuk memiliki kemurahan hati sebagai wujud nyata dari kasih. Paulus mengajar jemaat Korintus agar mereka mewujudkan kasih itu dengan kemurahan hati. Tanpa itu kasih menjadi tidak berarti. Bagaimana masyarakat kita sekarang? “Ah, sembunyikan! Jangan sampai orang lain tahu! Kalau mereka tahu, mereka pasti akan minta. Kalau tidak boleh, mereka akan mencuri atau merampoknya!”
REFLEKSI: Mengharapkan balasan bukanlah tindakan kasih, karena pedagang pun berlaku demikian.
Mzm. 5, 6; Bil. 35:1-3, 9-15, 30-34; Rm. 8:31-39; Mat. 23:13-26
This document is © 2010 by admin - all rights reserved.
|
Media Cetak |
Media Radio |
Media Televisi |
Tentang Kami |



