Cover Media Cetak

young listener

young listener

3 Juli 2010

Embedded Scribd iPaper - Requires Javascript and Flash Player
Sabtu, 3 Juli 2010
BUKAN SEKADAR WAJAH Filipi 2:12–18
... sehingga kamu bercahaya di antara mereka seperti bintang-bintang di dunia .... (Flp. 2:15)
Wajah sering dianggap sebagai tanda kepribadian yang sangat penting. Jika ingin tampak ramah, wajah di-make-up ramah. Jika tidak ingin tampak tua, wajah dipoles supaya tampak 10 tahun lebih muda. Namun, betapapun dipoles, wajah tidak mengubah kepribadian. Kepribadian yang otentik dibentuk oleh berbagai hal dasar, termasuk iman. Bagaimana dengan kepribadian dan wajah Kristen, yaitu para pengikut Kristus? Rasul Paulus mengajarkan agar anakanak Tuhan meneladan Kristus dalam pikiran maupun perasaannya, serta kehidupan mereka bercahaya cemerlang (shekinah) seperti bintang-bintang di langit. Sejak lahirnya, Kekristenan telah dimusuhi dan ditindas. Dalam perkembangannya, beberapa Kaisar Romawi menindasnya juga, misalnya Kaisar Nero pada tahun 60-an. Namun demikian, banyak orang diam-diam bersaksi bahwa meski secara lahiriah hampir sama saja, namun perilaku orang Kristen mengagumkan. Meski dianiaya, mereka tetap menjalankan kewajibannya dengan setia, berusaha mengampuni dan mengasihi. Kesaksian seperti itulah yang secara diam-diam memesona nurani orang untuk ikut menjadi percaya kepada Tuhan. Selama kira-kira 300 tahun pesona demi pesona itu telah membuat banyak orang menjadi percaya. Mereka tertarik bukan hanya karena wajah, tetapi karena kepribadian. Mari kita jaga agar kepribadian kristiani kita, yang telah dibentuk Kristus sendiri, menjadi cahaya kesaksian yang terus-menerus memiliki pesona.
REFLEKSI: Ketulusan hati memancar melalui wajah yang penuh sukacita.
Mzm. 137, 144; Bil. 24:12-25; Rm. 8:18-25; Mat. 22:23-40
This document is © 2010 by admin - all rights reserved.