
30 Juni 2010
Embedded Scribd iPaper - Requires Javascript and Flash Player
Rabu, 30 Juni 2010
DARAH SINTETIS 1 Yohanes 5:6–12
“Sebab daging-Ku adalah benar-benar makanan dan darah-Ku adalah benar-benar minuman.” (Yoh. 6:55)
Transfusi darah seringkali mengalami kendala karena jumlah pasokan darah yang kurang. Akibatnya pasien yang membutuhkan darah, harus meregang nyawa karena kekurangan darah. Persoalan ini menimbulkan ide bagi para ilmuwan untuk mengembangkan darah sintetis yang berasal dari sel induk. Untuk itu The Wellcome Trust, sebuah perusahaan nirlaba asal Inggris menyumbangkan dana sebesar 3 juta pound untuk penelitian darah sintetis ini dan Profesor Marc Turner dari Edinburgh University dipercaya untuk menangani proyek ini. Darah adalah nyawa kita. Orang mengalami kematian saat ia kehabisan darah ataupun darahnya teracuni oleh zat lain. Sekalipun darah merupakan perpaduan dari berbagai zat kimiawi yang bisa ditiru, namun tidak mudah untuk membuat sel-sel darah itu menjadi sel yang hidup yang mampu mengembangkan dirinya. Pengajaran Tuhan Yesus sungguh mengejutkan orang-orang Yahudi. Kehidupan yang sesungguhnya hanya bisa diperoleh manakala seseorang “memakan” daging dan “meminum” darah Sang Anak Manusia. Tentu perkataan ini sulit diterima karena pengajaran Yesus terkesan kanibalisme. Bahkan dalam Surat Yohanes dikatakan bahwa jika kita ingin memperoleh hidup yang kekal, kita perlu dilahirkan kembali oleh darah Kristus. Darah Kristus bukan sekadar darah sintetis yang berupaya memperpanjang usia, melainkan darah yang menghapuskan dosa dan menyelamatkan hidup kita. Darah Yesus adalah darah sejati yang memberikan kehidupan kekal. Sudahkah darah Kristus mengalir di hati Anda?
DOA: Ya Tuhan, terima kasih untuk pengorbanan-Mu di atas kayu salib. Amin.
Mzm. 119:145-176; Bil. 22:42-23:12; Rm. 7:13-25; Mat. 21:33-46
Rabu, 30 Juni 2010
DARAH SINTETIS 1 Yohanes 5:6–12
“Sebab daging-Ku adalah benar-benar makanan dan darah-Ku adalah benar-benar minuman.” (Yoh. 6:55)
Transfusi darah seringkali mengalami kendala karena jumlah pasokan darah yang kurang. Akibatnya pasien yang membutuhkan darah, harus meregang nyawa karena kekurangan darah. Persoalan ini menimbulkan ide bagi para ilmuwan untuk mengembangkan darah sintetis yang berasal dari sel induk. Untuk itu The Wellcome Trust, sebuah perusahaan nirlaba asal Inggris menyumbangkan dana sebesar 3 juta pound untuk penelitian darah sintetis ini dan Profesor Marc Turner dari Edinburgh University dipercaya untuk menangani proyek ini. Darah adalah nyawa kita. Orang mengalami kematian saat ia kehabisan darah ataupun darahnya teracuni oleh zat lain. Sekalipun darah merupakan perpaduan dari berbagai zat kimiawi yang bisa ditiru, namun tidak mudah untuk membuat sel-sel darah itu menjadi sel yang hidup yang mampu mengembangkan dirinya. Pengajaran Tuhan Yesus sungguh mengejutkan orang-orang Yahudi. Kehidupan yang sesungguhnya hanya bisa diperoleh manakala seseorang “memakan” daging dan “meminum” darah Sang Anak Manusia. Tentu perkataan ini sulit diterima karena pengajaran Yesus terkesan kanibalisme. Bahkan dalam Surat Yohanes dikatakan bahwa jika kita ingin memperoleh hidup yang kekal, kita perlu dilahirkan kembali oleh darah Kristus. Darah Kristus bukan sekadar darah sintetis yang berupaya memperpanjang usia, melainkan darah yang menghapuskan dosa dan menyelamatkan hidup kita. Darah Yesus adalah darah sejati yang memberikan kehidupan kekal. Sudahkah darah Kristus mengalir di hati Anda?
DOA: Ya Tuhan, terima kasih untuk pengorbanan-Mu di atas kayu salib. Amin.
Mzm. 119:145-176; Bil. 22:42-23:12; Rm. 7:13-25; Mat. 21:33-46
This document is © 2010 by admin - all rights reserved.
|
Media Cetak |
Media Radio |
Media Televisi |
Tentang Kami |



