Cover Media Cetak

young listener

young listener

13 Juni 2010

Embedded Scribd iPaper - Requires Javascript and Flash Player
Minggu, 13 Juni 2010
HIDUP BERSAMA ORANG LAIN Amsal 17:17-27
Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu, dan menjadi seorang saudara dalam kesukaran. (Ams. 17:17)
Pada 1973 Dr. Lisa Berkman dari Harvard School of Public Health melakukan penelitian kesehatan masyarakat. Penelitian ini dilaksanakan selama sembilan tahun terhadap 7.000 orang yang berusia 35-65 tahun. Ia mendapati bahwa orang yang kurang bersosialisasi dan kurang memiliki ikatan komunitas hampir tiga kali berkemungkinan meninggal karena penyakit medis dan hal ini tidak ada hubungannya dengan merokok, alkohol, obesitas, dan lainlain. Dengan kata lain, ada hubungan erat antara ikatan sosial dan kesehatan seseorang. Kita diajar oleh penulis Amsal bahwa seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu dan menjadi seorang saudara dalam kesukaran. Hal ini juga mengingatkan kepada kita bahwa hidup bersama dengan orang lain atau bersekutu adalah juga suatu keharusan sebagai wujud panggilan kita sebagai orang Kristen. Tentunya bersekutu tidak hanya dilaksanakan dengan bergabung dalam komunitas yang keyakinan imannya sama dengan kita, melainkan juga dengan bergabung dalam masyarakat luas, di mana Tuhan menempatkan kita untuk menjadi bagian dari ciptaan-Nya yang lain. Hidup bersama dengan orang lain berarti memelihara kehidupan kita sendiri. Hidup lebih lama seringkali menjadi bagian doa orang percaya. Namun, bukan berapa lama kita hidup yang menjadi patokan, melainkan kualitas hiduplah yang penting. Kualitas hidup-bersamadengan-orang-lain tentunya juga menjadi penting.
DOA: Tuhan, bimbinglah kami dalam hidup bersama dengan orang lain. Amin.
2Sam. 11:26-12:10, 13-15; Mzm. 32; Gal. 2:15-21; Luk. 7:36-8:3
This document is © 2010 by admin - all rights reserved.