
12 Juni 2010
Embedded Scribd iPaper - Requires Javascript and Flash Player
Sabtu, 12 Juni 2010
MENCINTAI PENGETAHUAN Amsal 12:1-3
Siapa mencintai didikan, mencintai pengetahuan .... (Ams. 12:1)
Marie Curie adalah seorang imigran Polandia yang berusaha keras membantu meningkatkan prestise Prancis di dunia ilmiah. Berusaha untuk belajar dan terus belajar membuat Curie akhirnya menemukan radium dan polonium. Itu adalah hasil riset yang dilakukannya di Universitas Sorbonne, Paris. Curie juga menemukan bahwa thorium dapat memberikan sinar yang sama seperti uranium. Ia melanjutkan studi sistematis tentang berbagai senyawa kimia yang memberikan hasil mengejutkan. Kekuatan radiasi bergantung pada jumlah uranium dan thorium, dan masih banyak lagi penemuannya. Akhirnya ia mendapatkan penghargaan Nobel Kimia –nobel kedua yang didapatnya sesudah Nobel Fisika. Penemuannya banyak digunakan untuk terapi kanker. Namun Curie sendiri meninggal akibat aplastic anemia yang disebabkan oleh paparan radiasi selama penelitiannya. Bacaan kita hari ini mengajak kita untuk senantiasa mencintai didikan dan pengetahuan yang tentunya untuk kesejahteraan manusia. Meski upaya pengembangan pengetahuan sering kali menuntut pengorbanan diri, namun pengorbanan untuk mencapai hal yang terbaik dari akal budi manusia memiliki peran penting untuk kelangsungan hidup ciptaan Tuhan. Pengorbanan tiap insan tidak akan sia-sia karena akan menjadi tonggak bagi keselamatan manusia. Demikianlah yang dilakukan Yesus Kristus yang telah mengorbankan diri-Nya untuk keselamatan umat secara utuh.
DOA: Tuhan, kami ingin terus belajar dan berkarya demi kesejahteraan umat manusia. Amin.
Mzm. 75, 76; Bil. 3:1-13; Gal. 6:11-18; Mat. 17:1-13
Sabtu, 12 Juni 2010
MENCINTAI PENGETAHUAN Amsal 12:1-3
Siapa mencintai didikan, mencintai pengetahuan .... (Ams. 12:1)
Marie Curie adalah seorang imigran Polandia yang berusaha keras membantu meningkatkan prestise Prancis di dunia ilmiah. Berusaha untuk belajar dan terus belajar membuat Curie akhirnya menemukan radium dan polonium. Itu adalah hasil riset yang dilakukannya di Universitas Sorbonne, Paris. Curie juga menemukan bahwa thorium dapat memberikan sinar yang sama seperti uranium. Ia melanjutkan studi sistematis tentang berbagai senyawa kimia yang memberikan hasil mengejutkan. Kekuatan radiasi bergantung pada jumlah uranium dan thorium, dan masih banyak lagi penemuannya. Akhirnya ia mendapatkan penghargaan Nobel Kimia –nobel kedua yang didapatnya sesudah Nobel Fisika. Penemuannya banyak digunakan untuk terapi kanker. Namun Curie sendiri meninggal akibat aplastic anemia yang disebabkan oleh paparan radiasi selama penelitiannya. Bacaan kita hari ini mengajak kita untuk senantiasa mencintai didikan dan pengetahuan yang tentunya untuk kesejahteraan manusia. Meski upaya pengembangan pengetahuan sering kali menuntut pengorbanan diri, namun pengorbanan untuk mencapai hal yang terbaik dari akal budi manusia memiliki peran penting untuk kelangsungan hidup ciptaan Tuhan. Pengorbanan tiap insan tidak akan sia-sia karena akan menjadi tonggak bagi keselamatan manusia. Demikianlah yang dilakukan Yesus Kristus yang telah mengorbankan diri-Nya untuk keselamatan umat secara utuh.
DOA: Tuhan, kami ingin terus belajar dan berkarya demi kesejahteraan umat manusia. Amin.
Mzm. 75, 76; Bil. 3:1-13; Gal. 6:11-18; Mat. 17:1-13
This document is © 2010 by admin - all rights reserved.
|
Media Cetak |
Media Radio |
Media Televisi |
Tentang Kami |



