
9 Juni 2010
Embedded Scribd iPaper - Requires Javascript and Flash Player
Rabu, 9 Juni 2010
TANAMAN TRANSGENIK Mazmur 92:1–16
... mereka yang ditanam di bait TUHAN akan bertunas di pelataran Allah kita. (Mzm. 92:14)
Tanaman transgenik adalah tanaman yang memiliki gen-gen dari tanaman lain yang berbeda. Meskipun DNA dari tanaman berbeda bisa diintegrasikan secara alamiah, namun teknologi pertanian melakukannya dengan proses laboratorium. Tujuannya untuk menciptakan spesies baru yang memiliki karakteristik unggul sesuai dengan yang diharapkan. Misalnya, kedelai, jagung, durian dengan bentuk yang lebih besar, rasa yang lebih manis, dan tahan hama. Apakah hasil tanaman yang demikian tidak memiliki efek negatif bagi manusia dalam jangka panjang? Entahlah! Yang jelas, hama saja tidak mau memakannya! Banyak tanaman transgenik yang sengaja diproduksi untuk bisa menghasilkan buah dengan cepat, namun di sisi lain umurnya sangat pendek. Pemazmur berkata bahwa orang-orang fasik cepat bertumbuh, namun cepat pula punah –mirip dengan tanaman transgenik. Hidup mereka berbeda dengan hidup orang benar yang ditanam di bait Tuhan. Orang benar akan bertunas di pelataran Allah dan terus berbuah, bahkan hingga masa tuanya tetap berbuah. Orang yang tak beriman hidupnya tidak mengandalkan Tuhan. Tampaknya ia bertumbuh pesat dalam waktu yang singkat. Banyak orang terkesima dan berhasrat untuk menikmatinya. Namun segala hasil rekayasa tidak akan bertahan lama. Sekejap ia bertumbuh memesona, namun segera juga ia berakhir dengan merana. Jauh lebih indah jika kita mengandalkan Tuhan dan menanti dengan sabar sesuai dengan waktu yang Tuhan berikan. Hasilnya tentu akan lebih indah dan langgeng untuk dinikmati.
DOA: Tuhan, ajar kami untuk bisa bersabar dan tidak mengikuti jalan orang fasik. Amin.
Mzm. 72; Pkh. 9:11-18; Gal. 5:1-15; Mat. 16:1-12
Rabu, 9 Juni 2010
TANAMAN TRANSGENIK Mazmur 92:1–16
... mereka yang ditanam di bait TUHAN akan bertunas di pelataran Allah kita. (Mzm. 92:14)
Tanaman transgenik adalah tanaman yang memiliki gen-gen dari tanaman lain yang berbeda. Meskipun DNA dari tanaman berbeda bisa diintegrasikan secara alamiah, namun teknologi pertanian melakukannya dengan proses laboratorium. Tujuannya untuk menciptakan spesies baru yang memiliki karakteristik unggul sesuai dengan yang diharapkan. Misalnya, kedelai, jagung, durian dengan bentuk yang lebih besar, rasa yang lebih manis, dan tahan hama. Apakah hasil tanaman yang demikian tidak memiliki efek negatif bagi manusia dalam jangka panjang? Entahlah! Yang jelas, hama saja tidak mau memakannya! Banyak tanaman transgenik yang sengaja diproduksi untuk bisa menghasilkan buah dengan cepat, namun di sisi lain umurnya sangat pendek. Pemazmur berkata bahwa orang-orang fasik cepat bertumbuh, namun cepat pula punah –mirip dengan tanaman transgenik. Hidup mereka berbeda dengan hidup orang benar yang ditanam di bait Tuhan. Orang benar akan bertunas di pelataran Allah dan terus berbuah, bahkan hingga masa tuanya tetap berbuah. Orang yang tak beriman hidupnya tidak mengandalkan Tuhan. Tampaknya ia bertumbuh pesat dalam waktu yang singkat. Banyak orang terkesima dan berhasrat untuk menikmatinya. Namun segala hasil rekayasa tidak akan bertahan lama. Sekejap ia bertumbuh memesona, namun segera juga ia berakhir dengan merana. Jauh lebih indah jika kita mengandalkan Tuhan dan menanti dengan sabar sesuai dengan waktu yang Tuhan berikan. Hasilnya tentu akan lebih indah dan langgeng untuk dinikmati.
DOA: Tuhan, ajar kami untuk bisa bersabar dan tidak mengikuti jalan orang fasik. Amin.
Mzm. 72; Pkh. 9:11-18; Gal. 5:1-15; Mat. 16:1-12
This document is © 2010 by admin - all rights reserved.
|
Media Cetak |
Media Radio |
Media Televisi |
Tentang Kami |



