
8 Juni 2010
Embedded Scribd iPaper - Requires Javascript and Flash Player
Selasa, 8 Juni 2010
MELAMPAUI TEKNOLOGI CANGGIH Mazmur 6:1-11
Sebab di dalam maut tidaklah orang ingat kepada-Mu; siapakah yang akan bersyukur kepada-Mu di dalam dunia orang mati? (Mzm. 6:6)
Teknologi komputer berkembang sangat cepat. Tiga puluh tahun lalu data disimpan dalam disket tipis besar yang hanya mampu menyimpan data beberapa kilobytes, kemudian disimpan di disket kecil dan di CD dalam kapasitas yang lebih besar, kini disimpan di flash drive mini yang berkapasitas gigabyte. Namun demikian, tak ada teknologi komputer yang mampu menggantikan otak manusia. Kalau pun komputer bisa menyimpan data yang sama besarnya dengan otak manusia, komputer tetaplah benda mati yang tidak punya hati nurani. Secanggih apa pun sebuah komputer, ia tidak dapat mengenal, memuji, dan bersyukur kepada Allah. Ketika menghadapi pergumulan, Daud semakin sadar betapa berharganya kehidupan. Ia memohon kepada Tuhan sebagai sumber kehidupan, agar menyelamatkannya dari maut. Ia sadar bahwa hanya orang yang hiduplah yang dapat mengingat Tuhan dan memuliakan-Nya. Sedangkan di dunia orang mati, lenyaplah semua ingatan dan tak ada yang bisa lagi bersyukur kepada Tuhan. Selagi ia masih hidup, Daud sungguh berseru kepada Tuhan, bahkan menangis dalam doanya, karena hidup adalah sebuah kesempatan. Selemah dan seburuk apa pun diri kita, tetaplah kita masih lebih baik dari teknologi secanggih apa pun. Dibanding benda mati, manusia yang hidup jauh lebih berharga di hadapan Allah. Karena itu, ingatlah akan Tuhan dan naikkanlah syukur kepadaNya selagi kita masih hidup.
DOA: Tuhan, kami mau bersyukur untuk kehidupan yang Engkau karuniakan. Amin.
Mzm. 61, 62; Pkh. 8:14-9:10; Gal. 4:21-31; Mat. 15:29-39
Selasa, 8 Juni 2010
MELAMPAUI TEKNOLOGI CANGGIH Mazmur 6:1-11
Sebab di dalam maut tidaklah orang ingat kepada-Mu; siapakah yang akan bersyukur kepada-Mu di dalam dunia orang mati? (Mzm. 6:6)
Teknologi komputer berkembang sangat cepat. Tiga puluh tahun lalu data disimpan dalam disket tipis besar yang hanya mampu menyimpan data beberapa kilobytes, kemudian disimpan di disket kecil dan di CD dalam kapasitas yang lebih besar, kini disimpan di flash drive mini yang berkapasitas gigabyte. Namun demikian, tak ada teknologi komputer yang mampu menggantikan otak manusia. Kalau pun komputer bisa menyimpan data yang sama besarnya dengan otak manusia, komputer tetaplah benda mati yang tidak punya hati nurani. Secanggih apa pun sebuah komputer, ia tidak dapat mengenal, memuji, dan bersyukur kepada Allah. Ketika menghadapi pergumulan, Daud semakin sadar betapa berharganya kehidupan. Ia memohon kepada Tuhan sebagai sumber kehidupan, agar menyelamatkannya dari maut. Ia sadar bahwa hanya orang yang hiduplah yang dapat mengingat Tuhan dan memuliakan-Nya. Sedangkan di dunia orang mati, lenyaplah semua ingatan dan tak ada yang bisa lagi bersyukur kepada Tuhan. Selagi ia masih hidup, Daud sungguh berseru kepada Tuhan, bahkan menangis dalam doanya, karena hidup adalah sebuah kesempatan. Selemah dan seburuk apa pun diri kita, tetaplah kita masih lebih baik dari teknologi secanggih apa pun. Dibanding benda mati, manusia yang hidup jauh lebih berharga di hadapan Allah. Karena itu, ingatlah akan Tuhan dan naikkanlah syukur kepadaNya selagi kita masih hidup.
DOA: Tuhan, kami mau bersyukur untuk kehidupan yang Engkau karuniakan. Amin.
Mzm. 61, 62; Pkh. 8:14-9:10; Gal. 4:21-31; Mat. 15:29-39
This document is © 2010 by admin - all rights reserved.
|
Media Cetak |
Media Radio |
Media Televisi |
Tentang Kami |



