
5 Juni 2010
Embedded Scribd iPaper - Requires Javascript and Flash Player
Sabtu, 5 Juni 2010
HIU Kejadian 29:15-30
“... anakku yang lain pun akan diberikan kepadamu sebagai upah, asal engkau bekerja pula padaku tujuh tahun lagi.” (Kej. 29:27)
Para nelayan Jepang sering kali mencari ikan dengan mengarungi lautan yang luas dan menempuh perjalanan yang jauh. Akibatnya, sesampainya di tujuan, ikan yang ditangkap sudah tidak segar, bahkan sebagian aroma ikan itu menurunkan selera makan orang Jepang. Para nelayan Jepang tidak kekurangan akal untuk mendapatkan ikan tetap segar. Mereka memasukkan ikan hiu kecil ke dalam tangki yang berisi ikan tangkapan. Hiu-hiu kecil itu mampu memakan beberapa ikan tangkapan dan hal yang lebih penting lagi: keberadaan ikan hiu itu menimbulkan kepanikan di dalam tangki tersebut. Ikan-ikan hasil tangkapan berenang sekuat tenaga untuk menghindari sergapan pemangsanya sehingga sampai tujuan ikan-ikan itu tetap segar. Yakub berulangkali dibohongi Laban ketika tinggal di rumah pamannya itu. Namun, karena semua itu dianggap tantangan olehnya, ia pun terus berjuang untuk mendapatkan apa yang diinginkannya, yaitu istri terkasih. Yakub hidup sangat dinamis untuk mencapai tujuan dan harapannya. Ia pantang menyerah. Ia tidak menghindar dari tantangan tersebut. Ia melakukan pekerjaan dengan tekun, rajin, dan bersemangat sehingga akhirnya kebahagiaan dapat direngkuhnya. Bila hidup kita ingin terus bergerak lincah, menjadikan hidup ini semakin hidup, hadapilah “hiu-hiu kecil” dalam kehidupan kita. Kita akan berusaha sekuat tenaga tatkala menghadapi lingkungan yang menantang sehingga hidup kita menjadi bergairah.
DOA: Ya Tuhan, tolonglah kami untuk menghadapi banyak tantangan dengan sukacita. Amin.
Mzm. 20, 21:1-14; Ams. 8:22-36; 3Yoh. 1-15; Mat. 12:15-21
Sabtu, 5 Juni 2010
HIU Kejadian 29:15-30
“... anakku yang lain pun akan diberikan kepadamu sebagai upah, asal engkau bekerja pula padaku tujuh tahun lagi.” (Kej. 29:27)
Para nelayan Jepang sering kali mencari ikan dengan mengarungi lautan yang luas dan menempuh perjalanan yang jauh. Akibatnya, sesampainya di tujuan, ikan yang ditangkap sudah tidak segar, bahkan sebagian aroma ikan itu menurunkan selera makan orang Jepang. Para nelayan Jepang tidak kekurangan akal untuk mendapatkan ikan tetap segar. Mereka memasukkan ikan hiu kecil ke dalam tangki yang berisi ikan tangkapan. Hiu-hiu kecil itu mampu memakan beberapa ikan tangkapan dan hal yang lebih penting lagi: keberadaan ikan hiu itu menimbulkan kepanikan di dalam tangki tersebut. Ikan-ikan hasil tangkapan berenang sekuat tenaga untuk menghindari sergapan pemangsanya sehingga sampai tujuan ikan-ikan itu tetap segar. Yakub berulangkali dibohongi Laban ketika tinggal di rumah pamannya itu. Namun, karena semua itu dianggap tantangan olehnya, ia pun terus berjuang untuk mendapatkan apa yang diinginkannya, yaitu istri terkasih. Yakub hidup sangat dinamis untuk mencapai tujuan dan harapannya. Ia pantang menyerah. Ia tidak menghindar dari tantangan tersebut. Ia melakukan pekerjaan dengan tekun, rajin, dan bersemangat sehingga akhirnya kebahagiaan dapat direngkuhnya. Bila hidup kita ingin terus bergerak lincah, menjadikan hidup ini semakin hidup, hadapilah “hiu-hiu kecil” dalam kehidupan kita. Kita akan berusaha sekuat tenaga tatkala menghadapi lingkungan yang menantang sehingga hidup kita menjadi bergairah.
DOA: Ya Tuhan, tolonglah kami untuk menghadapi banyak tantangan dengan sukacita. Amin.
Mzm. 20, 21:1-14; Ams. 8:22-36; 3Yoh. 1-15; Mat. 12:15-21
This document is © 2010 by admin - all rights reserved.
|
Media Cetak |
Media Radio |
Media Televisi |
Tentang Kami |



